Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

TAX RATIO BUKAN KUTUKAN

Gambar
Hari pertama 2026 terasa spesial. Dimulai oleh segelas Wedang Uwuh panas di cafe yang baru pertama kali dikunjungi. Di Sentul wilayah perbukitan. Tepatnya di Kopi Koneng , yang kalau jalan terus akan tembus ke Puncak. Rute awal tahun jadinya : Sintang-Pontianak-Jakarta-Sentul-Karawang. Diawali bermalam tahun baru terkantuk-kantuk digendong bis Damri. Menyusuri jalur trans Kalimantan rute Sintang - Pontianak. Persis 10 jam. Lanjut pesawat SAJ paling pagi. Dilanjut jalan bareng keluarga yang destinasinya ditentukan dadakan. Diputuskan saat keluar dari Bandara Soetta.  Tambah spesial karena ditemani seluruh pasukan. Nyonya dan lima anak. Lengkap. Sudah besar semuanya, dalam pengertian baligh. Dua sudah mandiri. Tiga masih fii sabilillah menuntut ilmu. Kelak untuk berkumpul semua akan semakin sulit. Spesialnya lagi, baru kali ini dijemput dari bandara. Biasanya sendiri saja. Ini tahun ke-lima rutinitas bulanan yang kelihatan keren tapi membuat dompet meringis. Spesial lainnya : baju ba...

LHPt ADALAH KOENTJI

  “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” — Albert Einstein Kalau penelitian tidak kredibel, bagaimana AR bisa berdiri tegak—dan tenang—di hadapan Wajib Pajak dan Konsultan? *** Di sepanjang mata rantai pengawasan Wajib Pajak oleh Account Representative, ada satu tahapan yang menentukan : pembuatan Laporan Hasil Penelitian (LHPt). Ia bukan sekadar dokumen administratif, melainkan fondasi argumen, jembatan dialog, dan jangkar profesionalisme. Karena ketika LHPt kuat, proses berikutnya menjadi ringan. Ketika LHPt rapuh, seluruh tahapan setelahnya ikut goyah. Bila seluruh proses pengawasan diibaratkan terapi akupunktur, maka LHPt adalah titik tempat jarum ditusuk. Jarum yang tepat di titik ini akan mampu memulihkan keseluruhan sistem. “ God is in the details .” — Ludwig Mies van der Rohe Fakta Keseharian  Tapi, karena dipicu aturan main bernama "time manajemen", para AR jadi dikejar tenggat waktu. Tidak boleh melebihi rata-rata nasional. Karena aka...

MATA RANTAI TERLEMAH

Gambar
  “ The strength of a chain is measured by its weakest link .” — Thomas Reid   (sering dikutip dalam filsafat moral dan organisasi) *** Data tahun 2024 menunjukkan, dari total 44.137 pegawai DJP, terdapat 11.076 AR ( Account Representative )—sekitar 25% populasi. Pemeriksa yang berjumlah 5.574 orang (12,63%) dan Penyuluh 2.255 orang (5,11%). AR sendiri terbagi menjadi dua: AR Strategis sebanyak 2.336 orang (5,29%) dan AR Wilayah sebanyak 8.740 orang (19,80%). Dalam sebuah organisasi, setiap fungsi adalah bagian dari sistem yang saling terhubung. Pun di DJP dan Kantor Pelayanan Pajak . Ada fungsi pelayanan, edukasi, pengawasan, penegakan hukum, dan manajemen.  Fungsi-fungsi di atas bagaikan rantai. Di sinilah berlaku hukum besi: kekuatan rantai tidak diukur dari bagian terkuatnya, melainkan dari mata rantai yang paling lemah. Lalu, siapakah mata rantai terlemah di KPP? Apakah para Manajer? Data tahun 2024 di atas menunjukkan, dari total pegawai DJP, populasi manajer han...