Postingan

Menampilkan postingan dengan label journey

Menikmati SALMAN ITB

Gambar
Suasana di dalam masjid Salman ITB Ternyata jadi juga bisa menikmati suasana Masjid Salman sampai puas. Itu karena saya bareng Nyonya Permaisuri menemani Si Teteh Fathia yang jadi pembicara di acara Talk Show "Sampurasun Jabar 2014" yang digelar Fornusa (Forum Rohis Nusantara) Jabar. Karena acara mengambil di Gedung Serba Guna Salman yang berdampingan dengan masjid, saya jadi leluasa. Kebetulan tiba di sana sebelum waktunya shalat Jum'at, sehingga bisa menikmati khutbah di salah satu masjid legendaris ini.  Pilihan panitia Talkshow yang mengundang anak-anak SMA ke Salman memang cerdas. Karena pasti akan mengangkat moral anak-anak Rohis ketika mengasosiasikan dirinya dengan masjid Salman ITB. Pengalaman hadir di situ saja sudah memberi kesan khusus. Ke Salman ITB ini untuk kali kedua. Namun baru kali ini bisa puas menikmati suasananya. Setahun lalu memang pernah jum’atan di sini saat pulang dari acara kantor bersama rombongan. Hanya saja karena datangnya mepet, akhi...

PANGGUNG SALMAN DI PENGHUJUNG TAHUN

Gambar
Poster Acara Pergantian tahun baru Hijriah tahun ini amat istimewa. Saya menjumpai dua golden moment yang tak boleh terlewatkan. Sebisanya dan bagaimanapun caranya saya harus bisa menghadiri. Sabisa-bisa kudu bisa , “A llahumma paksakeun ” kata urang Sunda mah . Golden moment adalah saat-saat kebersamaan orang tua dan anak yang special. Dengannya akan terbangun ikatan emosional yang erat. Salah satu momen itu adalah saat anak unjuk prestasi. Hari Jumat, 24 Oktober 2014 bertepatan dengan penghujung tahun 1435H. Saya bareng Nyonya Permaisuri berada di Bandung. Kami menghadiri tampilnya “Si Teteh” Fathia di acara SAMPURASUN JABAR 2014 . Sebuah acara Talkshow yang digelar oleh Forum Rohis Nusantara (FORNUSA) bertema “ Comeback to Masjid, Guys ”.  Si Teteh diminta jadi pembicara bareng dr Harnandhito Yudithia dan Meyda Sefira. Kenapa Si Teteh yang diundang? lagi-lagi karena buku Breaking The Limit . Panitia memang mencari pembicara yang  mewakili pes...

Caper 12-13 # 5: COWOK KEREN ITU...

Gambar
sumber : internet Saat perjalanan pulang dari Probolinggo menuju Karawang, 03.01.2013 lalu, di daerah Rembang saya berhenti di sebuah SPBU. Sebabnya mata terasa ngantuk setelah melek sejak pukul 12 malam. Itu saat start berangkat dari Probolinggo guna menghindari ramai lalu lintas saat nyampe di Surabaya. Di SPBU itu ada mushola kecil yang hanya cukup untuk dua shaf. Kira2 ukur an 3 x 4 meter. Tiba di situ pukul setengah dua belas siang. Menjelang dzuhur. Waktu setengah jam saya pake buat istirahat sampe terasa “hilang”. Saatnya memasuki waktu dzuhur saya ajak semuanya sholat. Bergiliran, yang cowok lebih dulu.   Saat itu ada dua anak muda, sepertinya mahasiswa. Naik Yaris warna merah dan berhenti juga di situ. Kemudian mereka ambil air wudlu dan dan ikut shalat bareng. Rupanya mereka juga sedang perjalanan jauh karena saat diajak jama’ dan qoshor, mereka mengiyakan. Setelah selesai sholat dan kembali ke mobil, sebelum melanjutkan perjalanan saya bilang ke Si Teteh : “Teh, kala...

Caper 12-13 # 3 : HEROISME

Saat mudik akhir tahun 2012 ke Probolinggo, Jawa Timur, alhamdulillah bisa silaturahim kembali dengan beberapa kawan dan mendengar kisah-kisah yang luar biasa. Di mana-mana kisah aktivis dakwah memang luar biasa. Sungguh beruntung saya bisa kenal dan bersahabat dengan mereka. Minimal dapat semangatnya. Ibarat dekat dengan penjual parfum, kita ikut dapat wanginya. Beberapa profil di bawah ini adalah profil kawan saya yang di Lumajang, sebuah kota tetangga dengan Probolinggo. Tempat saya pernah tinggal 1,5 tahun lamanya. Relawan berputra 11 (insya Allah akan 12) Ia masih muda, mungkin hanya dua tahun di atas saya, 42 tahunan. Tapi kiprah sosialnya luar biasa. Ia tenaga kesehatan yang jadi andalan kawan-kawan Lumajang kalau ada bencana dan baksos. Dalam darahnya seperti sudah mengalir jiwa relawan kemanusiaan. Ia memang relawan andalan PKPU Lumajang. Jiwa kemanusiaannya, saya yakin itu berangkat dari keyakinan, tawakal dan optimismenya. Ini terasa kalau kita melihat wajahn...

Caper 12-13 # 1 : Rute terjauh, Track Tersulit dan Kebersamaan yang Sempurna

Gambar
Alhamdulillah, akhir tahun 2012 hingga awal 2013 ini saya bisa menikmati lagi suasana kampung halaman kedua : Probolinggo. Mudik libur akhir tahun sekaligus menghadiri pernikahan adik nyonya yang dapat jodoh seorang wartawan Republika asal Jakarta.  Karena ingin kebersamaan, juga dalam rangka berhemat kembali seisi rumah pindah sementara ke Jawa Timur. Berangkatnya juga bareng-bareng satu mobil. Ditambah seorang keponakan yang mahasiswa IPB, maka ada delapan kepala berjejalan di dalam satu mobil. Untungnya kabin Phanter yang lapang bisa menampung seluruhnya dengan leluasa. Walau masih ditambah seabreg barang bawaan. Mulai dari pakaian, logistik, hingga oleh-oleh. Sayapun berubah profesi sementara : jadi sopir AKAP. Untuk persiapan, kembali harus membawa si Macan ke bengkel buat tune up. Ban juga diganti karena sudah waktunya. Juga rem. Momen kebetulan begini memang agak melegakan. Saat kondisi prima, saat akan dipake perjalan jauh. Ini juga sebentuk ikhtiar ...

Mudik's Note # 4 : Para Petarung

Gambar
sumber : internet Bila kita jeli, di sekitar kita akan banyak ditemukan orang-orang yang menakjubkan dalam bertahan hidup. Orang-orang yang berdaya tahan luar biasa. Berdaya juang hebat. Mandiri. Walau tidak terlihat dan terpinggirkan. Bahkan disepelekan dan tak dihiraukan. Mereka memang bukan tokoh atau selebritis. Tersembunyi di balik hiruk pikuk. Di balik ukuran kemuliaan versi manusia. Hingga nyaris mereka tenggelam. Ada   dan tidak adanya tidak diperhitungkan. Namun, Allah memang sudah punya ukuran yang ajeg. Juga adil dan tidak main-main. Itu cerminan Ar-Rahman. Maka bagi siapa saja yang memakai kacamata Kasih Sayang-Nya, maka kemuliaan dibalik debu itu akan tersingkap. Berubah jadi decak kekaguman. Jadi ibroh bagi siapa saya yang mau mengambil pelajaran. Jadi cermin bagi siapa saja yang mau bermuhasabah. Terutama tentang   syukur dan sabar. Diantara mereka itu bahkan orang yang tak jauh dari kita. Kerabat kita. Bisa jadi karena jarang silaturahim dan ...