Caper 12-13 # 5: COWOK KEREN ITU...

sumber : internet


Saat perjalanan pulang dari Probolinggo menuju Karawang, 03.01.2013 lalu, di daerah Rembang saya berhenti di sebuah SPBU. Sebabnya mata terasa ngantuk setelah melek sejak pukul 12 malam. Itu saat start berangkat dari Probolinggo guna menghindari ramai lalu lintas saat nyampe di Surabaya. Di SPBU itu ada mushola kecil yang hanya cukup untuk dua shaf. Kira2 ukuran 3 x 4 meter. Tiba di situ pukul setengah dua belas siang. Menjelang dzuhur. Waktu setengah jam saya pake buat istirahat sampe terasa “hilang”. Saatnya memasuki waktu dzuhur saya ajak semuanya sholat. Bergiliran, yang cowok lebih dulu. 

Saat itu ada dua anak muda, sepertinya mahasiswa. Naik Yaris warna merah dan berhenti juga di situ. Kemudian mereka ambil air wudlu dan dan ikut shalat bareng. Rupanya mereka juga sedang perjalanan jauh karena saat diajak jama’ dan qoshor, mereka mengiyakan.

Setelah selesai sholat dan kembali ke mobil, sebelum melanjutkan perjalanan saya bilang ke Si Teteh : “Teh, kalau mau lihat cowok keren ya, yang seperti dua cowok tadi itu. Tapi, bukan karena mereka pake mobil ya, tapi karena sebelum adzan mereka sudah standby di tempat sholat, kemudian sholat berjamaah. Ingat-ingat ya Teh...”. Si Teteh cuma mesem-mesem. 

Hmmm...kita, para ortu memang harus mulai memberikan kriteria tentang sosok keren itu seperti apa. Jangan sampai anak-anak ikutan tertipu "politik pencitraan" yang kerap menjerumuskan anak-anak muda yang mencari pasangan hidup. Tertipu dengan penampilan yang oke, harta yang banyak, ngetop karena selebitis atau penghasilan yang mapan. Standar kemuliaan dan ke "keren"an memang harus dikembalikan kepada Sang Maha Mulia dan Pemilik Kemuliaan. Ia yang sudah menetapkan standar kemuliaan. Bahwa KETAKWAAN itulah standarnya : "inna akramakum 'indallahi atqaakum".


Comments

Popular posts from this blog

HARU BIRU PUTIH BIRU

Dari Saung Sawah ke Gedung Megah