KEMBALI KE NOL

 Serial  "Tax Ratio Bukan Kutukan" , Tulisan #11

___________________________________________

 

We cannot solve our problems with the same thinking we used when we created them.”

— Albert Einstein


***


“Kira-kira endingnya bagaimana, Pak Sol?” tanya Pak Kepala Kantor. Pada kesempatan bedah LHPt, pertengahan tahun 2025.

“Saya tidak bisa memastikan Pak. Apakah WP akan membayar sesuai hitungan kita, atau lanjut ke pemeriksaan. Tapi setidaknya saya sudah mewariskan LHPt komprehensif yang lebih ‘bercerita’. Sehingga AR berikutnya tidak memulai dari nol seperti saya, “jawab saya apa adanya. 

“Bagaimana bisa memulai dari nol, Pak?” tanya beliau lagi. 

“Karena data masih berserakan  di beberapa aplikasi, yang sudah dikompilasi masih berbentuk excel yang konstruk-nya belum terlihat. Analisis grup usaha belum ada. Analisis transfer pricing belum ada juga. Baru ada selisih dari equalisasi. Ibaratnya masih berupa gudang material, belum berupa bangunan yang terlihat bentuknya. Makanya saya susun menjadi seperti skripsi. Agar gagasannya runut. Bentuk file-nya pdf. Bukan excel.” Saya coba jelaskan lebih lanjut. 

“Kalau dari mirroring Laporan Hasil Pemeriksaan bukannya sudah lengkap, Pak?” kali ini pertanyaan dari Kasie. 

“Secara tabel dan angka cukup tersedia, Pak. Plus sekilas proses bisnis WP. Tapi informasi yang kita baca lebih tentang perbandingan angka menurut WP dan Pemeriksa, dan penjelasan kenapa pos ini atau itu dikoreksi,“ pungkas saya.

***

Ada satu momen yang perlu diantisipasi. Yaitu pada saat pergantian Account Representative. Proses pengawasan sering kali ikut ter-reset. Bukan karena kurangnya kompetensi, tetapi karena legacy pengawasan sebelumnya tidak cukup bercerita. Catatan ada, tetapi narasi perilaku WP tidak utuh. Data tersedia, tetapi cerita kepatuhannya terputus.

Akibatnya, AR baru seperti arkeolog yang menggali situs tanpa peta. Ia harus membaca ulang, menafsir ulang, dan memulai kembali dari lapisan paling atas. 

Fungsi Pengawasan dalam siklus satu tahun mungkin akan terbaca efisien secara administratif. Tetapi ketika dirunut lima tahun akan terbaca siklus kembali ke awal di setiap pergantian AR. Sebenarnya di situ terjadi pemborosan waktu dan energi. 

Peter Drucker pernah berkata,

“Efficiency is doing things right; effectiveness is doing the right things.”

*** 

SE 05 tahun 2022 sejatinya sudah menyediakan kerangka penelitian yang lengkap. Pekerjaan terberat AR adalah mengisinya dengan data dan analisis. Hingga tergambar utuh sosok wajib pajaknya. 

Alur logika dari fungsi pengawasan sebenarnya sederhana. Diawali dengan mengenal dan memahami, barulah bisa mengarahkan WP. Lalu membimbing menjadi patuh.  Indikasi peningkatan kepatuhan material biasanya berupa tambahan setoran.

Antara Output dan Outcome

Dari alur proses bisnis pengawasan AR Strategis, dokumen LHPt yang komprehensif adalah output utama. Sedangkan tambahan setoran adalah  outcome. Namun  karena pengukuran kinerja mengharuskan terukur, tambahan setoran seolah bergeser menjadi output utama, sedangkan LHPt yang benar-benar komprehensif jadi seolah dinomorduakan. Di setiap momen monitoring dan evaluasi (monev) rasanya tidak pernah dievaluasi seberapa komprehensif penelitian AR. Yang dimonev adalah berapa laporan yang sudah selesai dan berapa tambahan setoran WP. 

Ke depan ketika satu WP sudah tuntas terbangun profil dan kepatuhannya sudah ajeg. Maka sebagian WP Strategis tadi bisa dikembalikan ke AR Wilayah.  Di tahun berikutnya AR Strategis ganti membimbing "siswa" yang baru, hasil pemetaan AR wilayah. Dengan pola ini wajib pajak yang disentuh oleh AR strategis akan berkembang. Tidak "loe lagi loe lagi". Penguasaan profil dan kepatuhan wajib pajak akan semakin luas dan menyeluruh. Ini akan menjadi basis penghitungan kepatuhan pajak yang semakin kokoh. 

Karena pada akhirnya, sistem yang baik tidak sekedar membuat kita sibuk setiap tahun. Ia membuat kita melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Jadinya ketika aktor pengawasan berganti, tidak perlu selalu kembali ke titik nol.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUTASI PONTI

PANGAN, SAMPAH dan PENDIDIKAN KITA

KAWANKU PAHLAWAN