Postingan

Mudik's Note # 4 : Para Petarung

Gambar
sumber : internet Bila kita jeli, di sekitar kita akan banyak ditemukan orang-orang yang menakjubkan dalam bertahan hidup. Orang-orang yang berdaya tahan luar biasa. Berdaya juang hebat. Mandiri. Walau tidak terlihat dan terpinggirkan. Bahkan disepelekan dan tak dihiraukan. Mereka memang bukan tokoh atau selebritis. Tersembunyi di balik hiruk pikuk. Di balik ukuran kemuliaan versi manusia. Hingga nyaris mereka tenggelam. Ada   dan tidak adanya tidak diperhitungkan. Namun, Allah memang sudah punya ukuran yang ajeg. Juga adil dan tidak main-main. Itu cerminan Ar-Rahman. Maka bagi siapa saja yang memakai kacamata Kasih Sayang-Nya, maka kemuliaan dibalik debu itu akan tersingkap. Berubah jadi decak kekaguman. Jadi ibroh bagi siapa saya yang mau mengambil pelajaran. Jadi cermin bagi siapa saja yang mau bermuhasabah. Terutama tentang   syukur dan sabar. Diantara mereka itu bahkan orang yang tak jauh dari kita. Kerabat kita. Bisa jadi karena jarang silaturahim dan ...

My Little Girl

Gambar
Beberapa waktu lalu. Sekitar umur sebulanan anak saya yang kelima, seorang ibu, tetangga rumah di Perumnas, tergopoh-gopoh  menemui Nyonya yang kebetulan sedang ada di rumah... “Mi, maaf boleh nanya?” “Ada apa, Bu? “Ini, saya mau cari yang bisa mandiin bayi saya” “Koq nanyanya ke saya, Bu?” “Lha, Umi kan baru punya bayi juga, jadi saya nanya ke Umi” “Saya nggak pake dibantu, Bu” “Lha, trus yang mandikan si kecil memangnya Umi sendiri? Kan baru melahirkan?” “Abinya tuh yang mandikan..” “Abinya, Mi?” “Iya. sejak pulang dari rumah bersalin, seringnya Abinya yang mandikan tiap pagi dan sore” “Wah, enak banget Si Umi. Ini Bapaknya sama sekali nggak bisa. Megang saja masih bingung”   Hmm...seorang ayah memandikan bayi? Mungkin sebagian kaum bapak tidak pernah terpikir ke situ. “itu kan porsinya ibu-ibu”, begitu kira-kira pendapat umumnya. Dan, memang saat kelahiran bayi, kalangan yang heboh dengan urusan tetek-bengek si kecil biasanya ibu-ibu. Bapa...

Karate Kid

Gambar
Imad, the Karate Kid Diiringi musik dengan beat menghentak Imad berlari ke atas panggung. Berseragam karate sabuk biru.   Seragam yang putih membuatnya terkesan gagah. Lantas, Imad bareng beberapa temannya membentuk formasi Kata . Di barisan depan Imad bersama Lulu anaknya Pak Lili, teman saya yang guru SMKN 1 Karawang dan pengurus BKC (Bandung Karate Club) Cabang Karawang.   Setelah gerakan Kata serempak selesai,   dilanjut   atraksi memecah bata merah. Saya menjadi rada degdegan, apa bisa kepala Imad menang lawan bata merah?  Setelah melakukan beberapa gerakan pernafasan, batu-bata itu dipegang dua tangan dan serempak dibenturkan ke dahi. Dan “pyar!” pecahlah si bata merah jadi dua keping. Tepuk tangan penonton sontak bergemuruh memenuhi ruangan aula. Di antara tepuk tangan itu mata saya berkaca-kaca. Ada rasa senang dan bangga.  Ya, saya sedang bercerita tentang Imad yang tampil pada pentas akhir tahun SDIT Harapan Ummah di Aula Husni...