JADI SEORANG ANAK LAGI!



“Mi, maaf ya. Abi kepingin bertiga saja. Tidak sama Umi, juga sama anak-anak” Kataku suatu sore. Sabtu 9 Maret 2013, kemarin.

“Memangnya kenapa, Bi? Koq nggak ingin ditemenin, udah bosen yaa... ? Biasanya kan malah seru kalau sama anak-anak?” Permaisuriku bertanya rada heran.

“Bukan, begitu Umi Sayaaaaang..... Ini hanya ingin merasakan jadi anak lagi saja. Full. Tanpa terganggu yang lain. Lagipula kalau kita mah kan sudah sering bareng-bareng ke sana. Mumpung ada kesempatan” Jawabku mengandung negosiasi.

“Ya udah... gapapa, Bi. Umi Cuma becanda saja, koq, he he... Selamat jadi anak lagi ya...” Balas istriku. Ternyata cuma bercanda, he he

Hmm... saya memang sedang ingin jadi seorang anak lagi. Biasanya kan jadi bapak dan suami. Bapak lima anak lagi! Kalau sedang refreshing makan di luar yang ada memang sebuah kehebohan. Kalau ke Es Teler 77 yang di Ramayana Karawang itu misalnya, meja yang saya pilih biasanya sofa. Jadilah sebuah pemandangan seru. Sayapun suka geleng geleng kepala sendiri lihat lima bocah yang sedang kumpul. Dengan kehebohannya, pasti. Apalagi si Uki lagi lincah-lincahnya. Apa saja dijadikan pohon. Entah pundak abinya atau kursi sofa itu. Ia naikin bolik balik. Ya Allah, Engkau amanahkan kepadaku lima bocah ini. Alhamdulillah semuanya diberi kondisi fisik normal. Sehat dan pintar. Mudah-mudahan semuanya sholih dan sholihah.

Tapi, untuk malam kemarin itu, saya hanya ingin bertiga bareng dua keramat hidup itu. Special bareng Ibu dan Bapak! Dua keramat hidup yang dari ridho keduanya saya berharap bisa punya tiket ke surga. Sebaliknya, dari murkanya, saya bisa jatuh terperosok ke neraka. Maka Celakalah! kata Nabi, mereka yang masih ada orang tua, tapi tidak mendapat surga karenanya. Ya, memang sebuah perjuangan untuk menyeimbangkan tiga peran sekaligus. Sebagai suami, sebagai ayah dan sebagai anak.

Di kursi sofa itu. Di tengah keramaian Mall Ramayana Karawang malam Ahad, saya menghayati betul kembali jadi seorang anak. Walaupun kepala sbenarnya sudah mulai botak. Kepadatan rambut bahkan sudah hampir sama dengan Bapak. Kalau bersanding dikira adik-kakak :)

Di bawah pencahayaan yang terang, diantara keramaian pengunjung mall, bertiga menikmati hidangan es teller, kwetiau goreng, otak-otak dan siomay komplet. Hanya ngobrol dan bercanda. Aah... betapa indahnya...

Ya Allah, berilah waktu lebih lama lagi buat merasakan keindahan ini. Menyenangkan hati kedua orang yang telah menjadi wasilah hidup ke dunia ini. Ridhoilah mereka Ya Allah, ampunilah mereka Ya Ghafur, kasihilah mereka ya Rahman, sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil...amiin...

Karawang, 11 Maret 2013

Comments

Popular posts from this blog

HARU BIRU PUTIH BIRU

Hari Pertama Di Sekolah Alam

Dari Saung Sawah ke Gedung Megah