Wednesday, April 10, 2013

Akselerasi Belajar dengan Menulis



Sejak tanggal 22 Maret 2013, Ananda Fathia berniat menulis setiap hari. Sebelumnya sudah ada cukup banyak tulisan di blognya. Tapi sejak tanggal itu ada yang lebih khusus karena kata “setiap hari” itu. Dan, hari ini adalah hari ke dua puluh sejak "deklarasi" itu dicanangkan. Artinya harus ada dua puluh tulisan tayang di blognya. Dan terbukti sudah ada 20 tulisan tayang setiap hari. Saya yang melihat kemauan kerasnya memang sebelumnya coba memberikan Fathia sebuah tantangan. Kalau menulis sepekan sekali itu mah biasa. Menulis setiap hari juga sudah ada yang melakukan. Tetapi, kelebihannya tetap ada kalau yang menulisnya masih usia SMP. Di situlah istimewanya. Alhamdulillah, Si Teteh coba menerima tantangan itu.

Saya sendiri melihat bahwa kualitas menulis itu kuncinya ada pada kuantitas menulis dan kuantitas membaca. Aktivitas membaca akan memperkaya bahan tulisan. Dengan  menulis akan membuat membaca lebih punya spirit dan tujuan lebih spesifik. Kalaupun mau merapikan tinggal membuat perencanaan menulis, minimal topik apa yang akan ditulis. Selanjutnya aktivitas membaca dan menulis akan berputar tiada henti. Seperti mesin yang terus berputar setelah di-starter. Benar, kita hanya perlu men-starter mesin belajar itu.

Dan bagi saya perputaran mesin membaca dan menulis ini adalah seperti menggunakan pengungkit untuk mengangkat beban yang berat. Sebuah aktivitas belajar yang mampu melejitkan kecerdasan. Karena aktivitas menulis itu melibatkan aspek intelektual, dan emosional yang dahsyat. Karena ia berbicara tentang analisis, nalar, dan tentang memelihara semangat dan konsistensi.

Lantas hasilnya apa?

Kadang kalau bicara hasil, biasanya kita akan berbicara prestasi. Menang lomba ini itu, sudah bisa nerbitkan buku, atau menjadi penulis best seller, dapat ranking dan penghargaan terbaik dari lembaga tertentu de el el. Tetapi saya ingin bicara yang substansi saja. Keberhasilan itu saat kita menjadi semakin baik dari hari ke hari. Nah, dalam hal ini ukuran sederhana keberhasilan itu saya lihat dengan jelas pada kualitas tulisan. Contohnya, tulisan Fathia semakin dewasa dari waktu ke waktu. Melampaui usianya. Sayapun bahkan tidak menduga nalar seorang anak SMP bisa sejauh itu. Itulah yang saya maksud keberhasilan itu

No comments:

Post a Comment

KELUARGA : DARI KETAHANAN MENUJU PERADABAN

  Mengapa pembicaraan publik tentang wacana keluarga selalu bernuansa pesimis dan defensif, sehingga istilah yang muncul adalah 'ketahan...