Sunday, April 14, 2013

[Kultwit] Apakah Kita Para Aktivis?


sumber: internet




Bismillah, sy coba livetweet dari mushola TK ABATA. Karawang, taujih dari DR Ayub Rohadi ttg "Nahnu Qoumun 'amaliyuun"

Dimulai dengan tilawah yg indah dari Ustadz Ubaidilah. Pengasuh Ma'had Qur'an Bina Ukhuwah, Karawang.

Sebelum ust Ayub, ust Jajat Sudrajat berkenan memberi tausiyah pembuka

Ustad Jajat sampaikan bahwa KESABARAN adalah kunci memenangkan pertempuran. Dalam berbagai hal : peperangan, jg kepemimpinan

juga, mereka yg bertahan dlm dakwah adalah dgn SABAR. Maka perangkat pembinaan diri utk raih kesabaran hrs senantiasa jalani

Ust Jajat kemudian sampaikan bhw org SABAR adl yg merasa MILIK ALLAH. Maka pada saatnya panggilan Allah menyapa, ia akan istijabah

orang yg sabar juga senantiasa KOREKSI DIRI. Tidak cari kesalahan org lain, kambing hitam.
SABAR berarti juga SEGERA BANGKIT dari KETERPURUKAN. Tidak larut dalam kekecewaan dan kesedihan.

Sekarang, mari kita ikuti taujih Dr AYUB ROHADI yg judulnya dlm bhs Indonesia "kita adalah kaum yang beramal"

Bismillah... dakwah adl milik Allah, tak akan kekurangan lahan. Skrg kita akan kaji tema penting ttg bukti kt sbg muslim dan da'i

1. kalimat di atas jadi semboyan Ikhwan Muslimin. Semboyan ini juga dgn sendirinya berlatar sejarah. Knp muncul semboyan tsb

2. Sblm IM ada jamaah salafy or wahaby yg konsern mmbrntas bid'ah. Jg mncl Jamaludin Al Afghani yg orientasinya jdkan muslim tekstual.

3. Kemudian Hasan al Banna datang dgn konsep yg komprehensif dan integral. Ia tdk ciptakan yg baru. Tp hadirkan yg utuh n lengkap

4. Obsesinya luar biasa. Hingga tercapai Khilafah. Pemikirannya terakngkum dalam Majmu'atu Rasail

5. Bab pertama adalah "kepada siapa kami menyeru", kemudian dilanjutkan dgn "kami adlh aktivis"

6. Tema "aktivis" ini utk jawab keraguan dan pertanyaan ttg jamaah yg beliau dibangun.

7. Juga sebagai filter dalam merekrut kader dakwah. Maka As Syahid hanya akan merekrut yang HANIF. Bukan mereka yg peragu atau omdo.

8. Jiwa yg hanif inilah yg siap ditempa dalam TARBIYAH. kemudian diikutkan dlm amal. Akhirnya jadilah da'i yg aktivis

9. Kemudian kpd para kader dakwah itu juga difahamkan ttg hakikat jamaah. Bhw jamaah adalah individu yg bergabung n terikat

10. Jamaah haikatnya individu itu sendiri. Individu itu jg hakekatnya adlh jamaah. Ia adlh batu-batu pembentuknya

11. Maka, da'i yg aktivis (amaliyun) adl yg bersemangat dan banyak mencoba. Tak gampang menyerah saat 1, 2, 3 kali blm berhasil

12. kemudian kerja itu harus BERBUAH. Harus ada hsl nyata yg bs dirasakan, dilihat dan berpengaruh bg umat

13. Kemudian fikrah dakwah menyebar ke seantero negeri.

14. Contoh bukti-bukti, a.l : bangun masjid, pesantren (ma'had), sekolah akhwat, gedung pertemuan, balai pelatihan keterampilan

15. Juga mendirikan pabrik, disamping ma'had tahfidz Qur'an. Mendirikan lembaga layanan dakwah, ceramah dan taujih

16. bukti sbg kaum "aktivis" juga adlh saat ada kesiapsiagaan saat darurat

17. Kaum amaliyun jg tercermin dr ragam layanan ke masyarakat. Hingga layanan janazah.

18. Kaum amaliyun juga harus menyediakan advokasi hukum. Kemudian kader jadi hakim hingga militer. Masuk ke berbagai profesi

19. Mendirikan lembaga zakat dan sosial. Baksos ke desa-desa. Layanan kesehatan, juga perpustakaan

20. Kemudian menerbitkan majalah dan punya percetakan. Tak ketinggalan ta'lim, khutbah, ceramah, seminar, diskusi

21. Semuanya adalah wujud dan gambaran sebuah kaum 'amaliyun. Oragnisasinya para aktivis

22. Darimana DANA dakwahnya? Ikhwan pantang menerima bantuan pemerintah. Semua dari hasil upaya sendiri. Krn keyakinan akan KBERKAHAN

22. Semangat infag ini mengiringi budaya amal dengan spirit yang luar biasa. Tak hanya pd mrka yg kaya. Yg miskin jg smangat berinfaq

23. Kemudian , bekal jadi kaum aktivis adalah JIWA YG BERIMAN, AZAM YG KUAT n TULUS, BERANI DAN TERUS MAJU, SIAGA DAN SIAP BERKORBAN

24. Untuk mencapai kondisi di atas, maka hrs ada TARBIYAH dgn sarana utamanya DIN Al ISLAM. Agama yg himpun semua kebaikan

25. Krn dalam DIN ini ada delapan nilai : 1. Menghidupkan ruhani, membangkitkan perasaan, dan menyadarkan hati

26. Yg kedua 2. Memadukan berbagai keutamaan Menyediakan pahala bagi setiap keutamaan. Mengajak berkurban

27. Yg ke 3. Menjamin pahala yg besar, Menghargai kebaikan meski kecil Menimbang kejelekan meski sepele

28: yg ke 4. Membeli kekayaan dunia dan gemerlapnya materi dgn kebahagiaan serta cinta Allah SWT

29. Yg ke 5. Mengulurkan fitrah, merasuk dalam hati dan bercampur dgm jiwa, hingga menyatu, menyusup ruhani, dan mengiringi akal

30. Yg ke 6. Menyatukan hati, mempertautkan jiwa dan menghentikan bahan pertikaian, dan mencabut akar-akar perselisihan

31. Yg ke 7. Meninggikan kesetiaan hingga mencapai derajat syahid, dan ke. 8. Menjadi penghimpun pemikiran benar

32. Kaum yg aktivia jg memiliki pemahaman dan aplikasi konsep perjuangan (jihad) yg utuh dan lengkap

32. Kaum yg aktivis jg memiliki pemahaman dan aplikasi konsep perjuangan (jihad) yg utuh dan lengkap

33. Jihad dengan pena, jihad dgn harta, jihad dgn diri

33. Kaum aktivis juga memiliki sikap ideal terhadap al Quran

34. Mereka sibuk dgn wirid al Quran. Sampai kalau tak sempat baca, pandang mushafnya. Ada yg khatam 3 hr, atau 7 hr

35. Menjadikan Al Quran sbg landasan hukum. Menyerukan utk kembali padanya

36. Kaum aktivis ini jg tidak apriori dgn masa lalu. Mrk mulai dr titik di mana generasi pendahulu berhenti. Mrk melanjutkannya

37. Kaum aktivis juga memperhatikan proses regenerasi dan pewarisan.

No comments:

Post a Comment

KELUARGA : DARI KETAHANAN MENUJU PERADABAN

  Mengapa pembicaraan publik tentang wacana keluarga selalu bernuansa pesimis dan defensif, sehingga istilah yang muncul adalah 'ketahan...