Saturday, July 13, 2019

HARU BIRU PUTIH BIRU




Parah! Asli parah! Tadinya dikira reuni ini cuma hahahihi, ternyata sukses membuat mata ini cirambay. Seksi riweuh alias panitia harus tanggung jawab nih! Gara-gara mereka aku jadi terharu-begini. Gegara mereka aku jadi kangen reuni lagi. Kali ini ke reuni SMPN2 Kuningan. Angkatan 89. Lulusan 30 Tahun yang lalu. Masya Allah, sudah lama sekali jarak waktunya.

SMPN2 Kuningan. Alhamdulillah diberi kesempatan mengenyam pendidikan di sana. Dulu aku memilihnya karena ada rekomendasi dari saudara sepupu yang sekolah di situ. "Bermutu", katanya. Maka bersama lulusan SD dari berbagai penjuru Kuningan, daftarlah ke situ. Dengan berbekal NEM hasil EBTANAS (sekarang UN). Alhamdulillah aku lolos masuk ke situ. Bertemu jagoan dari berbagai SD se-Kuningan. Jagoan kalau pake ukuran NEM itu. Dulu nilai NEM itu rasanya jadi segalanya. Sekarang aku sendiri sudah berubah pandangan tentang NEM. Aku lebih melihat bahwa setiap anak adalah juara. Sesuai keunikan bakatnya.  Waktu itu juga rasanya tidak seribet dan seheboh sekarang. Belum ada sistem zonasi. Hanya pake NEM. Titik.

Masa SMP adalah saat keluar dari zona anak-anak menjadi dewasa. Mulai kelihatan perubahannya. Baik fisik. Juga perilaku. Yang lebih dulu terlihat biasanya anak perempuan. Sedangkan anak cowok baru akan kelihatan nanti waktu SMA. Wajar kalau waktu SMP yang "agresif" biasanya anak perempuan. Akan lebih sensitif dan aktif begitu ada cowok yang kelihatan keren. Sedangkan anak cowoknya kebanyakan masih pemalu. Aku contohnya😁.

Aku yang anak kampung, masuk SMP jadi mengalami banyak sekali hal baru.  Pergaulan jelas mengalami lompatan. Dapat teman gaul dari berbagai wilayah Kuningan. Kalau kelas satu masih sebangku dengan tetangga desa, Hilman Sidik urang tetangga desa Windujanten seberang Balong Situ. Kelas dua dengan dari desa jauh, Andi Suwandi. Sebangku tapi saingan ranking dan catur jawa, haha. Sekarang jadi urang Bandung. Kelas tiga sama anak Darma, Heri Hernawan alias Beli Belkatak alias Heri Jawa. Jagoan ekskul elektronik. Nggak tahu ada di mana sekarang. Katanya mah ada di Betawi. Sebakda lulus dari SGO alias Sakola Guyang Oli, alias STM, tak ada kabar kaburna acan. Lebeng alias blank.

Kultur di SMP juga lebih kompetitif. Karena sistem ranking masih dipake. Harus bersaing dengan lulusan terbaik dari sekolah asal. Di tahun pertama rasanya masih minderan. Baru tahun kedua dan ketiga rasanya bisa lebih percaya diri.

Bila dibanding saat SD, sarana memang lebih lengkap. Kesempatan terbaik bagi yang serius ingin belajar. Tempat favorit adalah perpustakaan yang lokasinya di pojok belakang. Bukunya cukup lengkap. Untuk sains sudah ada laboratorium IPA. Ada juga mushola dan koperasi. Tak lupa kantin di belakang sekolah. Menu mie baksonya masih ingat betul. Lapangan olah raga sekaligus upacara ada di tengah kompleks sekolah. Ruang-ruang kelas dan kantor mengelilingi lapangan ini . Lahan SMPN2 memang tidak begitu luas.

Datang ke reuni awalnya lebih karena ingin mengapresiasi panitia. Mereka sudah bolak-balik posting di grup FB dan WA. Ngingetin kalau waktunya sudah kian dekat. Undangannya pake bikin video klip. Serius sekali. Sudah mau ribet bikin kaos. Mereka sudah mau riweuh ngurus ini itu. Sebagai yang pernah jadi panitia hari besar agama level OSIS,  maka kehadiran para alumnus adalah balasan yang paling pantas buat panitia.

Rasanya sedikit kariweuhan menyiapkan perjalanan sendirian menempuh jarak Karawang-Kuningan naik Bis Luragung "Hegar" terobati dengan kesan luar biasa acara ini. Walau agak telat. Pukul 10.30 baru nyampe di RM Lembah Ciremai. Biasa, hari Ahad di daerah Cilimus sekarang langganan macet. Tapi rasanya memang jalannya Bis Luragung sekarang tak se-express dulu saat jadi raja jalur Pantura tanpa median jalan itu. Yang bisa seenaknya ngambil contra flow itu. Mungkin juga karena pak sopir terlalu asyik diiringi dangdut koplo khas Pantura itu. Karena tak bisa tidur, telinga jadi ikut dengar  lagu Sayang-nya Via Vallen hingga On My Way-nya Alan Walker, yang di situ terpaksa harus rela jadi dangdut koplo juga.😁

Saat datang ke tekape. Aku disambut panitia absen. Dikasih stiker nama dan kelas. Dan diberi kaos reuni. Ukuran L. Pas sesuai pesanan. Waktu itu acara sudah setengah jalan. MC sudah manggung. Sudah  selesai sambutan panitia dan perwakilan guru. Juga acara wajib nyanyi-nyanyi. Niup balon. Ada yang istimewa saat pentas wayang golek oleh dalang Asep Masduki urang Windujanten. Tak lupa kuis menguji ingatan. Sedangkan sesi nostaligianya dengan menyanyi Mars SMP :


Mars SMP 2 Kuningan

Semarak jiwa taruna madya

Harapan nusa bangsa

Putra putri giat riang

Menyongsong masa datang

Sekolah kita penyuluh jalan

Penyalur kemajuan

Cipta karya gelora jiwa

Tumbuh menjelang dewasa

Gembiralah belajarlah

Kembangkan daya cipta

Teguh hati

Jiwa mengabdi

Pada ibu pertiwi


Panitia memang harus diacungi jempol sepuuluh. Berhasil memberikan yang terbaik. Terutama bisa menghadirkan guru-guru yang sebagian besar sudah pada sepuh. Tak tanggung-tanggung, total yang hadir 15 guru!

Bagaimana tidak, setelah tiga dekade alias tiga puluh tahun berlalu aku dipertemukan lagi dengan guru-guru yang dulu mengajari PMP, Bahasa Sunda, bahasa Inggris, Agama, Fisika. What an epic moment?

Sosok-sosok itu terlihat sudah sepuh. Pantas memang. Waktu dulu aku lulus SMP beliau-beliau ini kira-kira ada di rentang usia 30-40 tahun. Sekarang sudah 60-70 tahunan. Sebagian besar sudah pada pensiun. Sebagian sudah ada yang dipanggil Yang Kuasa. Yang hadirpun baru setelah diinget-inget, baru ngeh. “Oh, ini Pak Sohipudin guru agama tea?”. “Masya Allah itu kan Pak Temang guru olah raga!”. “Ini teh Bu Mimin?”. Seketika kita diseret mesin waktu. Mundur 30 tahun ke belakang. Kayak di film apenjer:en-gem. Tiba-tiba suasana biru putih terasa lagi. Di sini. Di tempat reuni. Di RM Lembah Ciremai, yang baru sekali ini aku mampir ke situ. Padahal tiap ke Kuningan mesti lewat di situ.

Waktu sesi salaman sebelum makan-makan, air mata tak bisa ditahan. Asli nyurucudna anu di luhur, lain nu di handap.  Aku bisa melihat wajah mereka dari dekat. Bisa salaman, cium tangan serta cipika cipiki dengan Pak Guru. Dengan Bu Guru cukup cium tangan saja ya. Inilah ibu bapa guru tercinta yang hadir :


Barisan guru yang duduk barisan kedua dari depan dari kiri ke kanan :
1. Pak Temang guru olah raga
2. Pak Husen guru PMP
3. Pak Sohipudin guru agama
4. Pak Oyo Sunaryo guru Bhs Indonesia
5. Pak Bandi guru Fisika
6. Kepala Sekolah existing Bp. Sade Tahya
7. Bu Cicih guru English
8. Bu mimin Guru Bahasa Daerah
9. Bu Neneng Guru Kesenian
10. Bu Nonoh Guru Bahasa Sunda /Tata Boga
12. Bu Titin Supartinah Guru PMP
13. Bu Nining  guru English
15. Pak Mulyadi guru Sejarah

Entah kabar Wali Kelasku dulu, Pak Hasan. Karena paciweuh dengan suasana, jadi lupa nanya-nanya guru wali kelas 3 dulu. Guru paling dekat selama jadi murid SMP. Dulu sering main ke rumahnya di Perumnas Ciporang. Masih ingat betul wajah khasnya yang teduh dan brewokan. Di mata saya, brewok beliau jauh lebih keren dari brewoknya Tengku Wisnu 😁.

Lalu sesi khas generasi medsos : sesi poto-poto (pake "p" ya, bukan pake "f", hehe). Bergilir setiap kelas. Di kelas tiga. Difoto bareng. Dari Kelas 3C diwakili cuma tujuh orang. Aku, Maman “Juragan Supa” Suparman, Agus “Darma” Mulyana, Titi Windujanten, Momoh Cigadung, Inar Andriani, sama Wati.  Kurang kompak euy, kalah sama Kelas 3D yang ngabring wal ngaleut. Kayaknya mereka nyarter mobil elf jurusan Cirebon-Cikijing 😁.

Akan emejing seandainya warga 3C semua bisa datang. Jadi tahu bagaimana sosok terkini Sunarja Pak Pos. Rosih Citangtu. Bu Dosen Nanan Rosnaeni, pak Dosen Rino Rinaldo, Engkris, guru Endah Nurendah Kramatwangi, Neni Hikmawati Cigadung, Heri Jawa, Budiana. Kalau Nana Sudiana yang duduk di bangku belakangku sudah almarhum. Siapa lagi yang belum kesebut? masih banyak ya? Punten, maklum banyak yang harus diingat.

The Magnificent Seven 3C: Agus Darma, Maman, Wati, Inar, Momoh, Titi, Diriku 

Sekarang kita bisa melihat yang dulunya abege sekarang pada sudah punya anak abege. Bahkan ada yang sudah mau punya cucu. Sebentar lagi akan jadi kumpulan aki-aki dan nini-nini. Kalau sekarang pertanyaanya: Sudah punya anak berapa? Anak sekolah di mana? Kerja di mana? Kelak pertanyaannya : siapa yang masih tersisa?

Di sesi terakhir nyanyi bareng lagu reuni, salaman dan tukar kado. Nah, pas acara tukar kado, ternyata aku jadi korban nge-prank Kang Uhi. Pas unboxing kado yang muncul kotak tisu ada nomor mejanya. Hadeuuh, Uhi...Uhi. Bisa ae… kopiah bodas!...hahaha. Dihampura Kang Uhi. Santai aja. Haha.

Saat acara makan siang, sambil menikmati menu masakan Sunda plus hati rusa alias jengkol, sempat menikmati view yang mantap. Dari tempat makan lesehan belakang terlihat pemandangan Gunung Ciremai berdiri megah. Utuh terlihat karena cuaca sedang cerah. Juga tak terhalang, karena di depan hanya sawah yang terhampar. Hijau nan sejuk. Tak salah memang dengan nama Lembah Ciremai. Pas.

Terakhir, sekali lagi hanupis dan selamat kepada panitia yang luar biasaπŸ‘πŸ‘πŸ‘. Wabil khusus Kang Wawan Kurniawan and the gank, juga MC kondang Yuli dan Eka. Mohon maaf diriku tidak banyak membantu. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Semoga silaturahim terus berlanjut. Bagi yang belum sempat hadir. Semoga sedikit coretan ini bisa mengobati kangen ke diriku, eh, ke segenap alumni 89. Next, semoga ada reuni season 2 dst. Upayakan hadir ya. Asli nyesel kalau tak hadir. Suer!

Mereka yang sudah mau riweuh : Panitia Reuni πŸ‘

Tatapan khas Pak Husen

Pak Sohip dan Pak Bandi. Always sehat ya Pak
Penyerahan kenang-kenangan oleh ketuplak Wawan Kurniawan. Pesan Pak Kepsek ke Ketuplak :"Badan gede tapi tak berkumis, kurang afdhol" πŸ˜€πŸ˜€
Bu Guru : "who's done your homework?" Murid-murid berebut menjawab sambil mengacungkan tangan: "Saya!....saya!...saya!". Masih ingatkah wahai warga Kelas 3C?





Pak guru dan bu guru, siap menerima sungkeman. Tak ada mantan guru dan mantan murid.



 Maskot SMPN2 Kuningan Angkatan 89. Pasangan Carsah dan Nining. Sepertinya hanya pasangan ini yang cintanya bertahan hingga ke pelaminan. Pasangan lain yang jadian waktu SMP pada bubar di tengah jalan πŸ˜€


Coba, yang mana Bu Mimin?

what an epic momen!
"Maafkan saya Bu, angpao lebarannya sudah habis"
"nggak apa-apa Neng, ditransfer aja"
πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Sekelas waktu 2A. Memang serba dua : 2 klimis vs 2 brewok. 2 gondrong vs 2 kurang gondrong πŸ˜€

Kelas 3D.  aya nu jombo keneh πŸ˜€


Kelas 3A. Kelas paling bahagia, paling dekat ke kantin.

Kelas 3H. Alhamdulillah, gak sia-sia harus tahan nafas. Perut aman πŸ˜€

Kelas 3B.  Aya nu ngaku-ngaku rambo, padahal teu gondrong-gondrong acan πŸ˜€
Kelas 3F.      Hendri : "Ulah caket teuing atuh Neng, bilih kumaha onam"

Sampai tulisan ini terbit, aku nggak faham apa filosofinya meniup balon? atau mungkin aku yang terlalu serius. Sagala dipikiran wae atuh?... hehe

Dalang Asep beraksi. Bagi yang mau ngundang kontak WA +6283154831042.
Kang Asep jangan lupa, fee endorser 25% bersih sudah dipotong pajak,πŸ˜€


Saatnya tukar kado. MC Yuli menanti dengan harap-harap cemas. Siapa yang dapat sarung, cung!
unboxing... and Prank!




Pulang kembali ke Karawang. Kembali naik Luragung Jaya "Hegar".  Naiknya dari Taman Cirendang. Mobil yg sama waktu berangkat dari Karawang. Ada caption di layar TV : "Semua akan koplo pada waktunya". Di dalam angkutan publik ini Nisa Sabyan harus mengakui dominasi Via Valen. Selera pasar rupanya lebih menentukan dibanding muatan pesan pada lirik lagu. Ya sudah, tarik Mang....! πŸ˜€




 
 





8 comments:

  1. Akhirnya tulisan yg ditunggu tunggu keluar juga..........,
    haturnuhun pak ustad, jadi bacanya campur aduk, reumbay :(, seuri terharu (pokonamah manis asam asin rame rasanya.........)

    thumb up

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatur nuhun udah mampir komen, Kang. sesuai suasana hati saat menulis yg nano2, jadinya nano2 jg hasilnya

      Delete
  2. Bgs bgt kang....trimakasih buat catatannya....
    Aku suka bacanya...

    ReplyDelete
  3. Kerennnn kang,padahal pean kg uhi itu kado nya jgn di oven ke publik.ha ha ha janten kanyahoan riweuh na. Sehat sukses kang!! Punten akang di krwg na di mana???

    ReplyDelete
  4. Mantul pisan reunina.. Sayang abdi teu tiasa dongkap kulantaran aya acara keluarga di jawa.... Semoga acara reuni ieu menjalin terus silaturahmi jeung persaudaraan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatur nuhun tos mampir, Kang. Mudah2an tiasa tepang deui Pami aya reuni

      Delete

KELUARGA : DARI KETAHANAN MENUJU PERADABAN

  Mengapa pembicaraan publik tentang wacana keluarga selalu bernuansa pesimis dan defensif, sehingga istilah yang muncul adalah 'ketahan...