PERAN SOSIAL

Serial  "Tax Ratio Bukan Kutukan" , Tulisan #17

___________________________________________

***
Dari posisi sebagai pemateri, saya melihat lima puluhan ibu berseragam hijau dengan kerudung kuning khusyuk menyimak pemaparan materiku tentang parenting di era digital. Bertempat di gedung Langkau Kita komplek gedung wakil bupati Sintang.
Tema yang diangkat pada peringatan Milad ke 107 Aisyah ini rupanya cukup memantik minat peserta. Mungkin karena mengangkat isu tentang anak dan gadget. Tapi bisa jadi itu juga karena hadir sesepuh Muhamadiyah Sintang. Pak Senen Maryono. Juga ketua PDM Pak Slamet Turmuzi. Apalagi ketua PD Aisyah Hj Watijah dan sesepuh Aisyah, Bu Margawati, turut hadir.
Melihat Pak Senen yang energik di usia senja saya jadi ingat sesepuh Muhammadiyah di Lumajang, Jawa Timur. Tahun 2006 lalu beliau almarhum Kyai Abdi Manaf yang melepas saya waktu pindah tugas ke Bekasi dengan derai air mata. Seperti ke anak sendiri. "Hati-hati dengan fitnah harta," pesannya.
Mereka berdua sudah sepuh sesuai julukannya. Tapi tetap energik di usia senja. Tetap bisa produktif. Menjadi contoh bagus bagi saya. Karena hanya berselisih belasan tahun saja.
Ketika melihat antusiasme peserta itu, bahagianya seperti mendapat hadiah gadget terbaru. Memang di mana-mana yang responsif terhadap tema parenting selalu ibu-ibu. Mereka begitu perhatian terhadap regenerasi. Di pelukan madrasah merekalah putra putri kita tumbuh. Sementara para ayah biasanya pasif. Merasa telah habis energi untuk nafkah.
Sampai sekarangpun para pegiat keayahan masih sulit mencari cara agar para ayah mau datang ke forum parenting. Beberapa bahkan angkat bendera putih. Masalahnya mereka memegang kunci pendidikan. Berupa fitrah mendidik yang Allah install ke setiap ayah. Fitrah yang sekarang pada nganggur. Sedangkan mendidik anak itu harus sinergis ayah ibu. Kamaa rabbayani shagira, "sebagaimana mereka berdua mendidikku di waktu kecil", begitu tertulis di kitab suci.
"Jarang pegawai pajak yang pendatang bisa aktif bersosial di tempat bertugas, Pak Sol. Apalagi ngisi parenting," kata seorang bapak yang hadir karena membersamai istrinya sebagai pemateri satunya.
"Alhamdulillah, itu lebih karena saya juga seorang ayah, Pak. Mungkin juga karena saya fokus di tema ini, jadi lebih mudah mengenal saya. Saya juga masih belajar kok, Pak." Jawab saya sedikit rikuh. Karena apalah saya ini.
"Mungkin juga, Pak. Karena jarang banget kami dapat narasumber parenting." Ujarnya.
"Iya Pak, masih sulit kelihatannya ya di sini. Masih harus mendatangkan trainer parenting dari Jakarta." Saya mengiyakan. Karena begitulah keadaannya.
"Itu dia, padahal di sini sangat membutuhkan," tambahnya.
"Bisa kok, Pak, kalau ada yang mau fokus." Saya memberi optimisme.
"Pak Sol bisa bantu?" tanyanya.
"Insya Allah, siap Pak, kalau diminta." Saya harus mengiyakan.

Sintang, 19 Mei 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUTASI PONTI

PANGAN, SAMPAH dan PENDIDIKAN KITA

KAWANKU PAHLAWAN