AYAH FISKUS
Hari pertama 2026. Sejenak jeda dari rutinitas. Memulainya dengan segelas Wedang Uwuh panas di cafΓ© yang baru pertama kali dikunjungi. Di Sentul wilayah perbukitan. Tepatnya di Kopi Koneng, yang kalau jalan terus kita akan sampai ke Puncak.
Malam sebelumnya suasana pergantian tahun tidak terasa. Karena tengah terkantuk-kantuk digendong bis Damri. Menyusuri jalur trans Kalimantan rute Sintang - Pontianak. Persis 10 jam. Berangkat pukul lima sore, tiba di pool Damri sudah tahun baru. Suasana Subuh kota Pontianak terasa lengang, dingin dan basah. Rupanya pesta tahun baru hanya sampai tengah malam. Setelah itu ambyar diguyur hujan.
Dari pool Damri disambung mobil carteran. Bertiga sesama AR yang pulkam. Kang Nana dan Kang Meiqi yang urang Sukabumi. Mengejar jadwal pesawat pukul 06.20. Rute paling pagi Bandara Supadio ke Soetta. Sekitar pukul delapan Super Air Jet pun mendarat tepat waktu.
Kali ini dijemput ramai-ramai ke bandara. Biasanya berangkat sendiri. Pulang juga sendiri. Ini tahun kelima rutinitas bulanan yang kelihatan kerΓ©n tapi membuat dompet meringis.
Dilanjut sarapan pagi edisi tahun baruan yang tempatnya ditentukan dadakan. Diputuskan saat keluar dari Bandara. Ertiga lawas pun jadi penuh seperti mau mudik lebaran. Sekitar pukul sepuluh sudah sampai di tujuan. Kopi Koneng baru buka.
Tentu hati berbunga-bunga karena dibersamai seluruh pasukan. Nyonya dan lima anak. Lengkap. Momen yang semakin mahal, karena kelak untuk berkumpul semua akan semakin sulit.
Saya baru sadar, rupanya sudah dua hari pake baju yang sama. Kaos merah maroon bertuliskan “Double Hattrick 706”. Berarti baju baru yang sudah dipake dua tahun. Sejak mulai dipakai hari Rabu akhir tahun 2025, belum sempat ganti. Ini untuk merayakan kali ke-enam KPP Sintang terpenuhi 100% target penerimaan. Tercapainya juga pagi hari persis di penghujung tahun. Dibersamai langsung Bu Inge, Kakanwil DJP Kalbar. Dalam suasana semerbak aroma durian.
"Selamat ya Bi, target kantor tercapai," kata nyonya
"Iya, alhamdulillah. Tahun ini memang cukup menegangkan. Sampai hari terakhir yang ditunggu-tunggu baru datang. Juga karena secara nasional tidak tercapai target penerimaan pajaknya," lanjut saya.
"Kalau Kanwil?" tanya nyonya lagi.
"Alhamdulillah, salah satu yang terbaik," jawab saya.
Dalam batas tertentu, ngobrol tentang pekerjaan suami ternyata tema yang menarik buat nyonya. Bukan tentang detailnya. Tapi ceritanya. Selain karena di luar pekerjaan sehari-hari, rasanya ada semacam merasa diakui. Semacam kebanggaan dalam sunyi kalau saya menganggap nyonya layak diajak ngobrol tentang tema selain tentang anak, dapur, rumah, masakan, sekolah anak dll. Begitu pengakuannya.
Cerita pekerjaan di kantor pajak tentu tidak tentang STP, SP2DK, Dinamisasi dll. Tapi lebih ke tantangan pekerjaan, suka-duka, dan dinamikanya. Selain agar bisa cerita ke anak-anak tentang ayahnya. Tentang tanggung jawab. Tentang nafkah. Tentang profesionalisme. Juga tentang kehalalan penghasilan.
Tentu saya tak akan terlewat cerita tentang perjalanan panjang trans Kalimantan, cerita tentang sungai Kapuas, Bukit Kelam, Dayak Iban, bermalam hari di Nanga Pinoh, jogging di Lapter, tugas ke Badau, menembus jalur kebun sawit, mengisi seminar parenting. Juga tentang durian.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar