Hari pertama 2026 terasa spesial. Dimulai oleh segelas Wedang Uwuh panas di cafe yang baru pertama kali dikunjungi. Di Sentul wilayah perbukitan. Tepatnya di Kopi Koneng, yang kalau jalan terus akan tembus ke Puncak. Rute awal tahun jadinya : Sintang-Pontianak-Jakarta-Sentul-Karawang. Diawali bermalam tahun baru terkantuk-kantuk digendong bis Damri. Menyusuri jalur trans Kalimantan rute Sintang - Pontianak. Persis 10 jam. Lanjut pesawat SAJ paling pagi. Dilanjut jalan bareng keluarga yang destinasinya ditentukan dadakan. Diputuskan saat keluar dari Bandara Soetta.
Tambah spesial karena ditemani seluruh pasukan. Nyonya dan lima anak. Lengkap. Sudah besar semuanya, dalam pengertian baligh. Dua sudah mandiri. Tiga masih fii sabilillah menuntut ilmu. Kelak untuk berkumpul semua akan semakin sulit. Spesialnya lagi, baru kali ini dijemput dari bandara. Biasanya sendiri saja. Ini tahun ke-lima rutinitas bulanan yang kelihatan keren tapi membuat dompet meringis.
Spesial lainnya : baju baru. Kaos merah maroon bertuliskan “Double Hattrick 706”. Ini kali ke-enam KPP Sintang terpenuhi 100% target penerimaan. Persis di penghujung tahun. Dibersamai langsung Bu Inge, Kakanwil DJP Kalbar. Dalam suasana semerbak aroma durian.
Paling spesial, karena bisa menyelesaikan beberapa tulisan yang dikompilasi di akhir tahun menjadi serial “Tax Ratio Bukan Kutukan”. Tentang perspektif dari dasar lumpur yang mungkin tidak ter-capture ketika dilihat dari ketinggian Gedung MarΓe Muhammad. Tidak terbaca di layar Mandor. Luput ketika pimpinan memandang dari kursi 'helikopter'.
Awalnya, posisi sebagai Account representative di KPP pedalaman Kalimantan membuat kepercayaan diri menciut layaknya balon kehabisan gas. Apalagi retorika canggih pimpinan tentang reformasi DJP rasanya tidak menyisakan celah bagi awak ini untuk berkontribusi gagasan. Tapi Tax Ratio yang stagnan di 10% selama dua dekade terakhir, terlalu kuat memicu tanda-tanya. Rasanya seperti terkena kutukan. Pertanyaan saya : adakah keping puzzle yang belum terpasang? atau adakah kelemahan yang perlu dilakukan akupunktur di titik kecil yang langsung menusuk sumber masalah? karena biasanya the devils always in the details.
Untungnya lilin optimisme masih menyala. Niat untuk membuat tulisan sejak awal tahun rupanya memicu banyak insight bermunculan. Momen biasa ternyata menjadi momen “A ha!”. Satu per satu keping puzzle yang dicari bermunculan. Konstruksi argumen mulai terbangun. Saling berkaitan dan menguatkan. Hingga akhir tahun bahan yang terkumpul cukup untuk diolah. Layar pushrank yang sebelum selalu dihindari, justru menjadi bahan untuk memperkaya tulisan.
Diawali dari support atasan langsung yang memberi ruang untuk mengambil 'tafsir jalan lain'. Ketika kawan-kawan memacu pushrank dengan segera selesaikan LHPt dan terbit SP2DK, saya lebih memilih menyusun LHPt persis sesuai panduan SE-05. Selengkap mungkin. Se-komprehensif mungkin. Ini lebih karena usaha WPnya kompleks dan skalanya besar. Jadi lebih lama. Melewati rata-rata nasional. Jadi terlihat berwarna kuning di layar Mandor.
Ada unsur nekad juga ketika tetap berniat mengejar penerimaan. Padahal sudah berkali-kali berakhir ranking tersungkur. Di KPP Sintang memangnya ada peluang? Benar saja, hingga akhir November 2025 peringkat pushrank ada di dasar jurang. Tak mungkin lagi untuk mengejar.
Support berikutnya ketika mendapat insight dari fungsional pemeriksa KPP Sanggau. Pak Sen, Kepala KPP Sintang yang mengundang. Untuk sharing session. Khususnya membedah proses bisnis sebuah Credit Union. Ini jadi bahan saya membuat LHPt perusahaan sejenis, yang kata kawan saya jadinya “terlalu komprehensif”.
Momen penting muncul bulan Juli. Ketika WP Credit Union setor 1,5M atas SP2DK yang dikirim. Padahal belum pembahasan. Puncaknya muncul di akhir tahun. Berupa tambahan 4,9M. Di KPP pedalaman, pencairan SP2DK segitu adalah wow. Karena murni dari analisis mandiri. Bukan dari data pemicu, apalagi data kongkret. Tak hanya tambahan setoran pajak, juga berhasil merubah perilaku grup usahanya.
Momen penting lainnya ketika sinergi cantik terjalin saat menggarap WP grup, Quick Win, dan Bedah WP. Ketika Pak Sen berhasil “memaksa” AR bersinergi dan keluar dari kubikel yang selama ini menjadi tempat nyaman mengejar pushrank.
Semakin menarik ketika membandingkan capaian AR antar kantor, antar kanwil dan antar pulau. Saya melihat A-ha yang lain : keyakinan bahwa peluang terbesar mengerek tax ratio itu sejatinya tak jauh, masih di pulau Jawa. Rasanya tidak masuk akal begitu banyak realisasi PKM AR strategis KPP industri, bahkan KPP Madya dan PMA yang lebih rendah dari realisasi PKM di KPP remote. Di tataran mikro optimalisasi fungsi pengawasan adalah titik akupunktur mengakhiri kutukan tax ratio 10%.
Momen-momen di atas baru muncul di tahun kedua bertugas di Sintang. Tahun pertama memang selalu harus adaptasi. Semua serba baru. Mengawali dari nol. Kalaupun ada tulisan atau jejak digital video dan foto yang dibagikan di medsos, semua tentang hal baru. Termasuk di pekerjaan. Baru tahun kedua mulai bisa mencerna dan menemukan perspektif yang lebih serius.
Kumpulan tulisan ini tak melulu tentang seorang fiskus, ada dua tema lainnya : sebagai seorang ayah, dan tentang perjalanan. Tiga rasa yang saling melengkapi. Seperti kopi susu gula aren. Secara urutan judulnya seperti berikut:
Tentang fiskus, Anda akan memnyimak perspektif penulis tentang menerjemahkan reformasi perpajakan dan nilai-nilai institusi pada tataran mikro. Pada kegiatan sehari-hari. Diantara judulnya:
- Membaca Arah
- Awal Akhir
- Mata Rantai Terlemah
- Mutasi Adalah Hadiah
- Dibalik Angka
- LHPt Adalah Koentji
- Heroisme
- Silo dan Tongkat Nabi Musa
- Spaghetti Marsmallow
- Kompre
- Membaca Pushrank
- Trust & Mentor
- Ketika Pajak Dikorupsi
- Hutang Kemesraan
- Hamba dan Khalifah
- Drama Sosok
- Remote Fatherhood
- Parenting Kualitas dan Kuantitas
- Komunitas Remote
- Yayasan Remote
- Memperjuangkan Gagasan
Terakhir tentang perjalanan, ada beberapa tulisan yang berhasil dibuat. Agar mata kita melihat indahnya Nusantara. Agar tidak Jawa-sentris. Apalagi penugasan di luar pulau Jawa sebagai kutukan.
- Gemericik Sungai Utik
- Apay Janggut
- Sarapan Durian
- Jogging Lapter dan Badau
Saya jamin ceritanya seru!
Selamat menikmati…

No comments:
Post a Comment