Postingan

TEOLOGI PEMBERADABAN

by : ADRIANO RUSFI Sudahlah... memang sudah nasib kita hidup di abad 20 dan 21 di mana Muslim menjadi ummat yang eksistensinya paling terancam dalam sejarah perjalanannya. Khilafahnya lenyap, negerinya terpecah dan terjajah, ekonominya porak poranda dan tradisi intelektualnya luluh-lantak. Di luar sana, ada srigala-srigala yang mengepung, tipu daya antar benua yeng bersekongkol, dan pemurtadan yang sistematis. Yang tersisa adalah wajah-wajah terluka dan jiwa yang kehabisan rasa percaya diri. Kita seakan menjadi seonggok ummat yang dijauhi karunia. Tuhan seakan meninggalkan kita untuk bertarung sendirian. Lihatlah, derita itu seakan belum cukup puas untuk membiarkan sedikit harga diri yang masih tersisa. Di kiri ada media yang melakukan perang pikir mengusung kapitalisme. Di kanan ada liberalisme yang menawarkan asyik-masyuk hawa nafsu. Maka tak heran jika guru, orangtua, ulama, muballigh, mujahid dan mujtahid bersepakat meneriakkan sebuah kurikulum : LAWAN !!! Inilah Teologi P...

Long Distance Parenting

Ahad sore 4 Januari 2015. Menjelang ujung jalan tol Jakarta-Serpong. Tepatnya menjelang keluar tol BSD Pamulang, Si Teteh tiba-tiba bersuara memelas "Bi, jalannya pelan-pelan dong, please ...." "Memangnya kenapa Teh, koq suaranya jadi  aneh begitu?" Sambil pegang setir Phanter tua saya lirik dari  kaca spion atas. "Gak pingin cepet-cepet nyampe... masih kepingin libur....tuh kan udah kelihatan gerbangnya...Abi sih  cepet cepet jalannya", masih dengan nada memelas. Rupanya Si Teteh masih belum puas menikmati dua pekan libur semesterannya. Harus segera kembali ke asramanya di ICM Serpong. Hal berbeda justru ditunjukkan oleh Imad, anak kedua saya, yang justru ingin segera kembali ke pondoknya, sebuah boarding school di Jatisari, Cikampek. Kalau bagi Imad yang sekarang kelas VIII itu, libur sepekan sepertinya sudah cukup. Ya, kalau ada hubungan suami isteri jarak jauh kita menyebutnya dengan istilah LDR ( Long Distance Relationship ).Ternyata untuk me...

Ranking Enam

Satu semester sudah Si Teteh menempuh SMA-nya. INSAN CENDEKIA MADANI nama sekolahnya. Megah kampusnya. Nyaman suasananya. ICM yang berlokasi di BSD Serpong, Tangerang Selatan ini memang salah satu sekolah terindah di negeri ini yang pernah saya tahu.  "Ini mah bukan sekolah, tapi surga" kata Bang Erdi Nasrul, Om-nya Si Teteh yang wartawan Republika itu pada satu kesempatan berkunjung ke ICM. Ya, bagi saya saat berkunjung ke ICM tak ubahnya rekreasi.  Karena bisa menikmati detail lingkungan sekolah yang tertata begitu apik, sejuk dan asri. Walaupun berada di Tangerang yang berhawa panas, berada di ICM terasa berbeda. Ternyata hawa sejuk yang menyergap begitu memasuki kompleks yang berada di Jalan Ciater Raya Gang Haji Amat itu berasal dari rerimbunan pohon yang terawat rapi. Praktis, dengan ditambah lengkapnya sarana yang disediakan, maka satu-satunya tugas anak anak ICM adalah belajar. Satu Semester ini Si Teteh memasuki "dunia lain". Dari anak rumahan jadi ...

Mengawal Transisi

Gambar
Jadwal kepulangan reguler Si Teteh ke ICM (Insan Cendekia Madani, BSD) pekan ini terpaksa molor satu hari. Ini karena Si Phanter untuk sementara tidak bisa ditunggangi. Selain karena angka kilometer sudah melewati waktu ganti oli, di bagian bawah mesin ternyata ada oli yang merembes.  Saya tahunya hari Ahad sore.  Sedangkan hari Ahad bengkel pada libur. Mobil yang sudah senior ini memang suka ada saja keluhannya. Saya sendiri tidak berani pinjam mobil tetangga. Menyewa juga sedang tidak ada anggaran. Ya sudah, terpaksa Si Teteh tidak masuk sehari. Tentu dengan minta ijin ke pihak sekolah. Via BBM saya kabarkan sekaligus mohon ijin ke Pak Great Ahmad, wali kelas Si Teteh.  Karena ada tambahan waktu sehari semalam. Saya manfaatkan untuk berdiskusi dengan Si Teteh. Kebetulan ada sebuah buku yang sepertinya harus Fathia baca, tentang cara belajar yang efektif. Juga berbagi tips dan pengalaman menghafal Al Qur’an, lumayan buat dipraktekan di asrama.  Bercerita ...

Ada Semangat Baru Menghafal Al Qur'an

Gambar
sumber gambar : Internet Sejak lama, saya memang ingin anak-anak saya bisa menghafal Al Qur’an. Salah satu anak saya, bahkan dimasukkan ke pondok khusus tahfidz Qur’an. Tetapi memang ada tuntutan moral bagi orang tua. Salah satunya, saya harus memberi contoh terlebih dahulu. Namun, perjalanan saya ternyata tidak mulus. Saya justru terseok-seok dan kehilangan hafalan beberapa surat yang pernah dihafal. Walaupun saya masih bersyukur karena kawan-kawan pengajian saya senantiasa memberi semangat. Bahkan memfasilitasi dengan membuat grup menghafal Qur'an khusus buat bapak-bapak. Namanya ODOL (one day one line) :D. Walaupun faktanya saya masih sulit juga istiqomah :( Biasanya kalau bicara menghafal Al Qur’an, kita langsung berbicara “bagaimana”. Tentang cara, kiat atau metodologi. Tetapi di tulisan ini saya ingin berbicara lebih dari itu. Bahkan karena sayapun belum pernah mengikuti secara khusus pelatihan metode menghafal Qur’an. Kecuali pada sebuah acara mabit di masjid PDAM...

Perunggu Indah Di Awal Hijriah

Gambar
Imad (merah) siap-siap beradu Awal tahun 1436 Hijriah kemarin kami mendapati moment istimewa. Tak kalah istimewa dengan moment di GSG Salman saat mendampingi Si Teteh, hari Jum’at sebelumnya. Kali ini golden moment itu sebuah kebersamaan saat menyaksikan Imad, anak kedua kami, bertarung Tae Kwon Do di GOR Adiarsa Karawang. Hari itu Imad berseragam Tae Kwon Do sabuk kuning strip hijau. Kelas Kadet under 43 kg. Pada turnamen Karawang Open yang diikuti klub Tae Kwon Do se Jawa itu. Imad bernaung di klub Perkasa Tae-Kwon-Do Club (PTC)  Ada juga peserta dari Sulawesi dan Lampung. Imad dan kawan-kawan akan menjajal keberanian dan skil bela diri asal Korea itu. Dhiya, Uki dan Nafisa ikut menyaksikan. Jadi supporter dari balkon. Saya biarkan mereka saksikan kakak laki-lakinya itu beradu. Membanting tulang dalam pengertian sebenarnya, karena senjata utamanya adalah tendangan kaki. Tentu akan berbenturan. Seperti dibanting-banting. Akhirnya kaki Imad meman...

Menikmati SALMAN ITB

Gambar
Suasana di dalam masjid Salman ITB Ternyata jadi juga bisa menikmati suasana Masjid Salman sampai puas. Itu karena saya bareng Nyonya Permaisuri menemani Si Teteh Fathia yang jadi pembicara di acara Talk Show "Sampurasun Jabar 2014" yang digelar Fornusa (Forum Rohis Nusantara) Jabar. Karena acara mengambil di Gedung Serba Guna Salman yang berdampingan dengan masjid, saya jadi leluasa. Kebetulan tiba di sana sebelum waktunya shalat Jum'at, sehingga bisa menikmati khutbah di salah satu masjid legendaris ini.  Pilihan panitia Talkshow yang mengundang anak-anak SMA ke Salman memang cerdas. Karena pasti akan mengangkat moral anak-anak Rohis ketika mengasosiasikan dirinya dengan masjid Salman ITB. Pengalaman hadir di situ saja sudah memberi kesan khusus. Ke Salman ITB ini untuk kali kedua. Namun baru kali ini bisa puas menikmati suasananya. Setahun lalu memang pernah jum’atan di sini saat pulang dari acara kantor bersama rombongan. Hanya saja karena datangnya mepet, akhi...

PANGGUNG SALMAN DI PENGHUJUNG TAHUN

Gambar
Poster Acara Pergantian tahun baru Hijriah tahun ini amat istimewa. Saya menjumpai dua golden moment yang tak boleh terlewatkan. Sebisanya dan bagaimanapun caranya saya harus bisa menghadiri. Sabisa-bisa kudu bisa , “A llahumma paksakeun ” kata urang Sunda mah . Golden moment adalah saat-saat kebersamaan orang tua dan anak yang special. Dengannya akan terbangun ikatan emosional yang erat. Salah satu momen itu adalah saat anak unjuk prestasi. Hari Jumat, 24 Oktober 2014 bertepatan dengan penghujung tahun 1435H. Saya bareng Nyonya Permaisuri berada di Bandung. Kami menghadiri tampilnya “Si Teteh” Fathia di acara SAMPURASUN JABAR 2014 . Sebuah acara Talkshow yang digelar oleh Forum Rohis Nusantara (FORNUSA) bertema “ Comeback to Masjid, Guys ”.  Si Teteh diminta jadi pembicara bareng dr Harnandhito Yudithia dan Meyda Sefira. Kenapa Si Teteh yang diundang? lagi-lagi karena buku Breaking The Limit . Panitia memang mencari pembicara yang  mewakili pes...

HADIAH TERAMAT INDAH

Gambar
Apa hadiah teramat indah dari anak yang pernah Anda terima? Jawabannya pasti beragam. Memang relatif. Tergantung persepsi yang menerima. Bagi saya hadiah teramat indah itu salah satunya adalah…. ********* Anak kedua kami   menerima saja ketika ditawari untuk mondok di pesantren tahfidz paska kelulusan SD-nya, satu tahun lalu. Rupanya itu bukan tiba-tiba. Karena di Buku Memory kelulusan SD-nya tercantum kalau cita-citanya adalah jadi penghafal Al Qur’an. Entah dari mana datangnya. Saya menduga karena ada pesan khusus dari Uminya.  Sekarang ia sudah menginjak tahun kedua di SMP Qur’an Al Hafidh, Jatisari,  Karawang.  Singkat benar waktu terasa. Untuk tahun pertama, Imad sudah bisa menghafal 4 juz, alhamdulillah.  Tetapi entah karena apa, kami tidak sempat menguji hafalannya. Waktu itu dengan sudah melampaui hafalan abi-uminya, sudah bersyukur sekali. Kamipun tidak mentarget agar Imad hafal 30 juz. Targetnya kualitatif saja, maksimal. So...

APLIKASI SEDERHANA TENTANG KETELADANAN

Gambar
sumber : internet Satu hal paling “menakutkan” bagi orang tua ketika berbicara tentang mengasuh anak adalah saat bertemu kata “ teladan ”. Mungkin seperti bertemu pocong di gelap malam Jum’at Kliwon (padahal saya sendiri juga belum pernah ketemu Si Pocy). Soalnya, ini memang tuntutan. Jadi menakutkan, karena sadar betapa diri masih masih belepotan kualitas keshalihannya. Jadinya, merasa tak pantas jadi orang tua sering mendera. Apatah lagi ketika harus memberi keteladanan. Maka, keteladanan pun menjadi utopia. Bagi yang ditaqdirkan amanah berbilang banyak seperti saya, tentu menjadi makin horor. Lalu bagaimana seharusnya menyikapi kata keramat itu? Untuk hal-hal yang sifatnya abstrak, seperti keshalihan pribadi, akhlak, kebiasaan sehari-hari, saya pikir biarlah berjalan secara natural. Ya mau bagaimana lagi, terlanjur diamanahi anak. Banyak pula. Memangnya mau dikembalikan? Bagaimana mengembalikannya? Lagipula ada sisi lain yang membuat rasa “memiliki” terhadap ana...

Talent Mapping

Anak pertama saya baru saja lulus dari SMP Alam Karawang (SAKA). Waktu kelas VIII dulu sempat dilakukan Talent Mapping oleh sekolah. Melibatkan psikolog yang di outsource oleh sekolah. Hasilnya adalah tujuh urutan  bakat terkuat  : 1. WOO (Winning other over),  senang akan tantangan untuk bertemu dengan orang baru atau orang yang belum dikenal dan menjadi akrab dengan mereka. • Senang bertutur sapa dengan semua orang yang baru ditemuinya. • Memilki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap orang asing atau orang yang belum dikenal. • Tidak pernah malu untuk memulai percakapan atau khawatir kehabisan topik pembicaraan. >> Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Duta Organisasi, Sales, SPG, Jurkam, Entertainer, Operator Telepon, Resepsionis. 2. IDEATION,  menyukai diskusi kelompok yang bebas, baik sekali dalam brainstorming dan mampu menemukan hubungan atau benang merah dari apa yang terlintas pada ...