Postingan

Mulai Jadi Aktivis

Gambar
Backpacker Junior Kamis, 16 Pebruari 2012 “ Bi, besok jadi ya ngisi teman-teman Karima ?” Si Teteh tiba-tiba bertanya penuh harap. Seperti ada yang dicemaskan.   “ Kenapa harus Abi, Teh? Memang yang lain nggak pada bisa? ” saya balik tanya. “ Yang lain pada nggak bisa, Bi. Abi saja ya? ” si Teteh kembali membujuk sambil merajuk khas abege.   “ Terus, Abi ngisi apa? ” Saya tanya lagi. “ Abi ngarahkan saja teman-teman Karima biar aktif lagi, soalnya lama nggak ada kegiatan ” , jawab Si Teteh lagi.  Hmm, sejak kapan si Teteh jadi aktif di Karima (Keluarga Remaja Masjid) Blok T Perumnas ya ? Koq jadi peduli begitu ? Tapi, di sisi lain saya bersyukur. Artinya sudah ada semangat berorganisasi. Sorenya, saya berpapasan di jalan saat Si Teteh naik motor bareng Puput (temannya di SMP Amani) ke ruko Perumnas. " M au beli konsumsi buat nanti malam " katanya saat ditanya. " U angnya dari mana ?" tanya saya. " Dari uang Teteh don...

The People Who Shape My Life # 2 : Haji Udin

Gambar
KH Udin Syaefudin Suara lelaki itu terasa akrab benar di telinga. Logatnya Sunda. Guyonan dan   celetukan mengena dan   jenaka. Tapi sarat makna.   Walau sudah jarang sekali mendengar   pituturnya, tapi rasa dekatnya tak sirna. Tapi paling tidak   saat lebaran atau pulkam ke Kuningan, masih bisa menikmati sapa dan senyumnya. Sosoknya yang mungil itu kini   nampak sudah sepuh. Walau begitu semangatnya tidak berubah apalagi sirna. Juga rasa humornya. Tak heran kalau ia begitu lekat di hati santri dan warganya . Ceramahnya pada pernikahan adik bungsu saya di Bogor siang itu membawa pikiran mengembara ke masa lalu. Ke saat duduk bersila mendengar bandungan di mushola Al Makmur. Sebuah mushola di tengah komplek pesantren Al Makmur. Di desa Cipondok yang indah nan sejuk. Ya, itu di Kuningan, kota kelahiranku. Sosok itu memang istimewa. Ia salah satu orang yang mempengaruhi hidup saya. A man who shape my life, kata orang sononya. Namanya rada m...

Kebijakan Tak Visioner

Gambar
Pengantar Dalam beberapa kesempatan, sempat mendengar wacana akan dibangunnya pelabuhan peti kemas di Kecamatan Cilamaya, Karawang. Termasuk dari kawan saya yang jadi anggota legislatif di DPRD Karawang . Hanya samar-samar , emmang . Namun pada intinya semua yang berbicara terlihat ada perasaan bangga dengan dinamika pembangunan di Karawang. Semacam ada harapan. Entah konkritnya harapan itu seperti apa. Hal sama saat obrolan di teras masjid perumnas Blok T saat rehat kerja bakti beberapa waktu yang lalu . Ketua DKM-nya kebetulan dosen Unsika (kini sudah berganti kepengurusan) . Ia jadi banyak tahu dinamika di Karawang. Memang selalu ada hal menarik kalau kita m e nyempatkan diri mendengar obrolan warga. Salah satunya tentang pelabuhan Cilamaya itu. Ternyata sudah menjadi wacana warga kebanyakan. Dari obrolan itu juga saya baru ta h u kalau ada putra Karawang yang me - nasional, salah satunya Jender a l Kiki Syahnakri . S aya ingat betul dari nama itu . Beliau saat kr...

Sakinah Ala Kang Parman

Gambar
by: Nurul Hidayati Kang Parman dan seorang Putrinya Setangkai bunga digenggamannya diserahkan dengan malu-malu. Mungkin karena di depan khalayak. Namun di hadapannya Sang Nyonya menerima dengan antusias. Ia kelihatan begitu sumringah. Rupanya, dimana-mana perempuan itu senang dengan bunga ya. Apalagi yang memberi adalah sang suami. Maka, iapun membalasnya dengan ciuman mesra, di kiri dan kanan pipi orang nomor satu di Karawang itu. Suasana ruangan Aula Husni Hamid di satu hari di bulan Juli 2011 itu pun ikut sumringah. Tepuk tangan dari 120-an pasutri begitu membahana. Dan, Daurah Keluarga Samarada (Pelatihan Keluarga Sakinah, Mawaddah, Rahmah di jalan Dakwah) yang menghadirkan trainer pasutri Satria Hadi Lubis dan Kinkin Annida itu menjadi penuh warna. Setelah sang suami  bernama Haji Ade Swara itu memberi sambutan, improvisasi panitia belum berhenti. MC kemudian menyebut satu pasang nama dan memintanya naik ke panggung. Namanya  memang tidak begitu popular,...

Tentang Pajak dan Bekerja di Kantor Pajak

Gambar
Nilep pajak? Apa kata dunia??? sumber : internet Pajak, memang dibenci dan dirindu. Dibenci oleh Wajib Pajak. Tapi dirindu oleh pemerintah. Karena tak akan jalan pemerintahan tanpa adanya dana pendukung. Kebetulan di Indonesia ini, porsi pajak dalam menopang anggaran pemerintah semakin besar. Bila pada 2006 penerimaan pajak baru mencapai Rp358,05 triliun, maka pada 2007 telah melewati Rp426,23 triliun, 2008 Rp571,1 triliun, 2009 Rp544,53 triliun, 2010 Rp627,89 triliun, dan pada 2011 Rp742,63 triliun.Tahun 2012 ditarget Rp885,03 triliun. Tahun 2013 menembus 1000 Triliun. Memang tidak ada yang suka membayar pajak. Bagi pembayarnya ia adalah biaya yang real. Tidak bisa dipungkiri pajak akan mengurangi pengasilan kita. Akibatnya, kalau tidak mengurangi harta, pajak akan mengurangi konsumsi. . Tanpa kita sadari sebenarnya hampir setiap hari kita bayar pajak. Saat membeli barang di toko, mengandung Pajak Pertambahan Nilai. kita bayar Pajak Kendaraan Bermotor dan Paja...