Sunday, May 5, 2013

Fungsi Dzikir dan Do'a



Upaya Mewujudkan Tegaknya Etika dan Moralitas Bangsa
                                                        
Oleh : Ust. Uri Mashuri




            “ Mereka yang mengingat Allah – berdzikir – sewaktu berdiri, duduk dan berbaring dan mereka bertafakur tentang kejadian langit dan bumi, Ya Tuhan kami tidaklah Engkau jadikan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau, peliharalah kiranya kamidari azab api neraka “ Ali Imran 191.

            “ Para lelaki yang tidak dapat dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli karena mengingat Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan mereka takut akan hari yang sangat mengguncangkan hati dan segala pandangan “ An Nur 37.



Pengertian Dzikir
           
            Seiring  dengan genderang reformasi, marak dilaksanakan   halayak ramai dzikir bersama. Dengan spanduk besar serta iklan yang menyita halaman surat kabar serta televisi juga dengan famplet yang tersebar di setiap sudut kota panitia mensosialisasikan  Dzikir Nasional serta Tabligh Akbar, sebuah ihtiar menyadarkan bangsa, sebuah upaya untuk mewujudkan  tegaknya moralitas bangsa. Sebuah fenomena baru  telah muncul di tanah air tercinta.

            Juga telinga kita akrab dengan suara-suara  shalawat, takbir serta tahmid yang didengungkan dari mushala atau mesjid saat menjelang adzan atau menanti imam datang. Atau saat menunggu waktu menjelang ustadz berceramah di majlis taklim. Semua itu disebut orang adalah dzikir sebagai syiar agama.

            Apa yang dimasud dengan dengan dzikir ? Kita coba untuk memahami .
            “ Ucapan lisan, gerakan raga, maupun getaran hati sesuai dengan cara-cara yang diajarkan agama, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt ; Upaya untuk menyingkirkan  keadaan lupa dan lalai kepada Allah dengan selalu ingat kepadaNya ; Keluar dari suasana lupa, masuk dalam suasana musyahadah – saling menyaksikan – dengan mata hati, akibat didorang rasa cinta yang mendalam kepada Allah swt “ Ensiklopedi  Islam.

             Betapa luas pengertian dzikir tidak sesempit yang kita duga, semua usaha untuk mengingat Allah, keluar dari suasana lupa dan lalai adalah dzikir. Di manapun dan kapanpun kita bisa mengingat Allah.


Macam-macam Dzikir

            Begitu luas pengertian dzikir, tentunya tehnik berdzikirpun beraneka macam sesuai dengan  kecendrungan hati kita asal tidak keluar dari aturan agama, tidak mengada-ngada dan jauh dari ria. Karena ibadah kita akan diterima oleh Allah bila benar niatnya, benar caranya dan tidak musyrik kepada Allah, sedang ria dikategorikan musyrik yang kecil.

            Para ulama membedakan dzikir menjadi  tiga macam yaitu :
-          Dzikir Jali, yaitu dzikir yang jelas dan terang  dengan suara yang bisa didengar orang lain, termasuk di dalamnya dzikir berjamaah  yang dilakukan di tempat terbuka atau tertutup.
-          Dzikir khafi, yaitu dzikir yang tidak bersuara, dzikir dalam hati tidak didengar orang lain.Biasanya dilakukan menyendiri, tengah malam tatkala orang lain mendengkur lelap dalam tidurnya.
-          Dzikir hakiki, yaitu dzikir dengan perbuatan . Dzikir  ini dilakukan orang-orang yang ihsan. Mereka merasa melihat Allah dalam gerak geriknya bila tidak mereka menyadari bahwa dirinya senantiasa dilihat Allah. Bila  ada godaan peluang untuk berbuat tidak benar, hatinya surut karena takut kepada Allah. Itulah dzikir hakiki yang membuat manusia senantiasa terbimbing dalam hidupnya. Dzikir model ini yang bisa mewujudkan moralitas bangsa.

            Al Qur’an memberi petunjuk kepada kita : “ Apabila hambaKu bertanya kepadamu  (Muhammad) tentang Aku,  - jawablah olehmu – Sesungguhnya Aku dekat,  Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a apabila  memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi ( segala peritahKu ) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu ada dalam kebenaran “ Al Baqarah 186. Asbabun Nuzul ayat ini, adalah seorang sahabat bertanya kepada Nabi apakah Allah dekat apa jauh. Bila dekat ia akan berdo’a dengan  suara lirih dan bila jauh akan berdoa sambil berteriak. Jawabnya Allah dekat, jelas maksudnya kita cukup berdo’a atau berdzikir dengan lirih.

            Juga Al Qur’an mengarahkan  dalam surat Al A’raf 205 ;” Dan sebutlah  - nama – Tuhanmu dalam  hatimu dengan mmerendahkan  diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. “


I k h t i a r

            Dalam terminologi teologi, kata ikhtiar banyak menimbulkan berbagai pendapat – multi tafsir – dariberbagai aliran terkait dengan kehendak manusia dan juga kehendak tuhan. Penulis  membatasi diri pengertian ikhtiar berdasar bahasa Indonesia . Menurut Kamus Umum Bahas Indonesia ikhtiar diartikan antara lain ; “: Kebebasan memilih ( menentukan, berbuat dsb ); pertimbanga ( pilihan, kehendak, pendapat, usul, dsb ) yang bebas.”

            Menurut Ibn Siena, ikhtiar diartikan sebagai kekuatan memilih ( power of choice ). Kekuatan memilih ini berdasarkan atas daya pengetahuan yang diberikan Allah swt melalui upaya dan intelek manusia, sehingga ia dapat memilih sesuatu yang akan dikerjakan atau tidak dikerjakan..

            “ Orang yang berdzikir kepada Allah, adalah orang yang mematuhiNya, barangsiapa melupakannya berarti ia ingkar “ Demikian kata cicit Nabi Ja’far Ash Shadiq.  Ikhtiar  yang dilakukan manusia tidaklepas dari corak pandangan dan keyakinan hidupnya. Bagi seorang  Muslim yang senantiasa berdzikir bersih hati dan jiwanya. Pasti ikhtiarnya merupakan refleksi dari kesucian hati dan jiwanya. Di sinilah titik temu antara dzikir dan ikhtiar.


Akhlak Bangsa

            Muchtar Lubis dalam bukunya “ Manusia Indonesia “ menggambarkan bahwa ciri manusia Indonesia yang menonjol  ialah :
-          Munafik, suka berpura-pura, lain di mulut lain di hati, lain muka lain belakang.
-          Segan dan enggan bertanggungjawab atas perbuatannya,  putusannya, kelakuannya, pikirannya dsb.
-          Berjiwa  feodal
-          Percaya pada tahayul
-          Artistik
-          Memiliki watak yang lemah, karakter kurang kuat.


            Ciri-ciri lainnya menurut beliau adalah : boros, kurang sabar, tukang menggerutu, cepat cemburu dan dengki, berfalsafat ‘ kebetulan “, manusia sok, tukang tiru dan aji mumpung. Kitapun  sangat prihatin karena negara kita termasuk negara yang sangat dikenal lemah dalam penegakkan hukum.

            Ibadah-ibadah Mahdhah dalam Islam yang merupakan dzikir amalan  - menurut KH Ahmad Basyir, MA ) seperti shalat, shaum dan zakat serta hajji merupakan metode yang datang dari Allah untuk membentuk karakter manusia muslim dengan ciri-ciri yang baik dan mulia.

            Bangsa yang terdiri dari individu-individu yang berkarakter baik dan mulia akan menebar kebaikan, kebenaran dan keadilan serta kesejahteraan. Jauh dari gambaran sinyalemen Nabi  bila masyarakat telah jauh dari agama, akan muncul perilaku seperti banyak kita saksikan di negeri ini : 

-          Yang dikejar hanyalah isi perut
-          Kemulyaannya berupa barang-barang mewah
-          Arahnya adalah wanita – syahwat  - dan
-          Agamanya adalah duit.


Wallahu a’lam


1 comment:

KELUARGA : DARI KETAHANAN MENUJU PERADABAN

  Mengapa pembicaraan publik tentang wacana keluarga selalu bernuansa pesimis dan defensif, sehingga istilah yang muncul adalah 'ketahan...