SEBESAR APA?


Sumber : internet



Setelah memutuskan memilih urban farming sebagai project anak-anak kita. Muncul pertanyaan: seberapa besar skalanya project ini?


Saya suka dengan proses dinamis ini. Setelah project berjalan pasti akan muncul pertanyaan susulan mengiringi perjalanannya. Salah satunya ya ini: seberapa besar?


Kenapa? Karena kalau tujuannya menciptakan ketahanan pangan, maka berapa volume panen ikan yang harus dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan satu rumah dengan tujuh orang penghuni, misalnya?


Selain itu, setelah memulai project misalnya dari membuat kolam ember, nanti akan muncul pertanyaan susulan. Misalnya : ikan apa saja yg dipelihara? Apa cukup hanya ikan lele? Bagaimana kalau coba ikan nila dan fatin?

Lalu muncul lagi : untuk tanaman sayuran apa saja yang ditanam? 

Lalu : Untuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat, apa yang perlu kita tanam? Bagaimana menanam ubi di lahan sempit, mungkinkah? Bagaimana menanamnya?

Lalu, muncul lagi : bisakah kita mengupayakan bahan pakan ikan dan pupuk organik dari proses yang berlangsung di rumah?


Beragam kegiatan yang terangkum dalam project ini penting untuk anak-anak ikuti. Agar mereka faham beragam aspek yang saling terkait. Agar faham secara general. Holistik.


Coba saja kita urai keterkaitan itu dari proses memelihara lele, nila, atau fatin.


Pendidikan karakter yang didapat :

  • Kesabaran, ketekunan,dan  ketelitian
  • Berbagi hasil panen dengan tetangga
  • Entrepreneurship semakin terasah
  • Leadership semakin kuat
  • Kesadaran dan tanggung jawab untuk hidup mandiri semakin kuat


Aspek pembelajarannya juga lengkap :


Aspek afektif :

  • Empati kepada para peternak
  • Syukur atas hasil


Aspek kognitif :

  • Faham perbedaan ikan lele, nila dan latin. Setidaknya nama latinnya bisa dihafal. Rasa dagingnya juga berbeda. Emmicu diskusi kalsifikasi makhluk hidup pada pelajaran biologi.
  • Menghitung kecepatan tumbuh tiga jenis ikan yang berbeda. Studi kasus pada pelajaran matematik.
  • Pengetahuan elektronik dasar dari instalasi pompa air aquarium untuk membuat sirkulasi air. Memicu diskusi prinsip motor listrik, dan trafo step-down.


Aspek psikomotorik

  • Keterampilan menakar pakan. Mencari pakan di pasar. 
  • Kemampuan membuat sendiri pakan dari bahan yang ada.
  • Keterampilan membuat pupuk organik, sekaligus menghasilkan pakan. Misalnya dengan beternak cacing tanah.
  • Skill marketing mulai diasah
  • Skill komunikasi dengan penjual benih ikan
  • Skill publik speaking saat menerangkan urban farming ke masyarakat.
  • Skill membuat presentasi project
  • Skill literasi dengan membuat jurnal harian project


Sekali lagi semua aspek di atas penting untuk difahami secara komprehensif, menyeluruh dan saling terkait, terintegrasi. Agar kelak anak kita tidak berfikir parsial. Walaupun saat kuliah mereka bisa mengambil spesialisasi di bidang tertentu.


Pemahaman secara komprehensif dan integral sangat penting untuk seorang pemimpin. Salah satunya, agar adil saat mengambil keputusan.



Comments

Popular posts from this blog

HARU BIRU PUTIH BIRU

Hari Pertama Di Sekolah Alam

Sekolah Untuk Anakku