Postingan

Kenapa Zakat Tidak Populer?

Gambar
Saat Ramadhan adalah saat berbagi. Saat bersedekah. Walaupun setiap waktu adalah saat berbagi. Namun suasana Ramadhan memang membawa suasana berbeda, jiwa filatropi seperti terdorong naik. Termasuk berzakat. Seperti ikut terbawa gairah Ramadhan. Selama ini, zakat harus diakui, memang belum mendapatkan perhatian yang semestinya dari umat Islam. Baik dalam tataran pemahaman maupun pelaksanaannya. Dibanding rukun yang lain, zakat bisa dibilang tidak begitu populer.  Padahal, zakat adalah salah satu kewajiban bahkan menjadi rukun dan pilar utama ajaran Islam. Tanpa zakat, bahkan kemegahan Islam akan tidak terlihat, begitu kutipan dari buku Fiqh Zakat karya Syaikh Yusuf Qardlawi. Artinya seakan-akan ada semacam sikap 'diskriminatif' terhadap rukun Islam yang satu ini. Bila dibanding dengan Shalat misalnya, sarana pendukungnya ada di mana-mana. Masjid berdiri dimana-mana. Lima waktu dalam sehari bisa dilaksankan dimana saja. Bila kita bandingkan dengan pu...

Rambut Kuncir Kang Din

Gambar
Di layar Metro TV tadi malam, sosok itu tetap tampil apa adanya. Sederhana. Rambut ikalnya yang panjang juga tetap dikuncir. Acara Journalist Of Duty semalam memang mengangkat profil dua tokoh penerima MAARIF Award 2012 . Penghargaan yang bertujuan mencari model alternatif kepemimpinan lokal yang konsisten menanamkan dan melembagakan nilai toleransi, pluralisme, dan keadilan sosial pada masyarakat serta memperkuat optimisme masa depan keindonesiaan. MAARIF Award 2012 merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan terhadap anak-anak bangsa yang berdedikasi tinggi untuk merawat keindonesiaan dan memerjuangkan kemanusiaan melalui kerja-kerja inisiatif kepemimpinan di tingkat lokal berbasis nilai-nilai keagamaan yang universal. MAARIF Award 2012 kali ini diberikan kepada tokoh lokal yang bekerja tanpa hiruk pikuk publikasi media. Satu untuk Ahmad Bahruddin dari Salatiga, satu lagi untuk pendeta Charles Patrick Edward Burrows dari Cilacap. Kang Din (sapaan akrab Ahmad...

Aa Gym dan Reformasi Ditjen Pajak

Gambar
Sosok sederhana yang biasanya terlihat di televisi   itu kini ada di depan mata. Satu ruangan dan live. Karena kepribadiannya, ia sempat dijuluki The Holy-Man oleh majalah Time. Pernah jadi salah seorang tokoh pengusaha panutan pembayar pajak.   Jadi panutan anak muda muslim yang taat. Idola Ibu-ibu sebelum citranya tenggelam karena pilihan poligami.   Sosoknya mungil namun berkarakter. Sosok itu adalah Aa Gym. Rabu, 23 Mei 2012, saya berkesempatan   bertemu   langsung dengan pemilik nama lengkap Abdullah Gymnastiar itu. Sore itu Aa   diundang oleh DKM Masjid Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karawang Utara untuk memberi tausyiyah kepada pegawai. Selain untuk pegawai KPP Pratama Karawang Utara, panitia juga mengudang pegawai   kantor sekitar, seperti pemkab Karawang dan kantor dinas. KPP lain sekitar Karawang   dan masyarakat umum juga ada yang hadir. Spanduk yang dipasang di pagar depan kantor melengkapi acara informal tersebut. ...

Nyontek?

Gambar
sumber: internet Sebuah kisah fiksi ditulis dengan sangat mengharu biru oleh kawan blogger kita (kisahnya bisa dibaca di sini ). Tentang perjuangan seorang guru melawan kecurangan UN. Dimana kejujuran seperti membeku dan disimpan sementara di suatu tempat yang gelap. Kalau di kisah terebut, nyontek saat UN dilakukan terang-terangan, dalam kasus berbeda modus kecurangan UN bisa lebih canggih. Siswa tidak tahu kalau ada kecurangan. Karena yang mengubah jawaban adalah tim khusus yang bekerja setelah lembar jawaban dikerjakan siswa dan sebelum sampai ke komputer pembaca lembar jawaban. Karenanya kecurangan UN menjadi makin seperti angin. Ada tapi tak terlihat. Selama ini masyarakat, termasuk media, ketika terjadi kecurangan saat berlangsungnya UN (Ujian Nasional) cenderung menyudutkan pihak siswa yang nyontek, ortu siswa yang ingin anaknya lulus dengan cara apapun, atau pihak sekolah yang diam-diam melegalkannya, sebagai aktor kecurangan UN. Karenanya merek...

The Negotiator

Gambar
sumber: Internet Suatu waktu di tahun 2002, di suatu tempat di Jawa Timur Jarum pendek di jam dinding Sabtu pagi itu masih di angka delapan saat Si Jon tiba-tiba tergopoh-gopoh . Dia terlihat sangat bingung dan panik. Wajah yang gelap dan coklat terlihat semakin muram. Setelah dipersilakan duduk di kursi depan, dan menarik nafas beberapa kali, mulailah sebuah dialog. "Ada apa Mas Jon? Koq seperti ada yang gawat?" Saya tanya dulu. Penasaran soalnya. "Mas minta tolong ya, maaf soalnya genting banget. Please ... " suaranya pelan dan rada ngebass. "M emang ada apa ?" saya balik bertanya. Si Jon kemudian mulai cerita: " Bapaknya si Eneng marah, Mas. Sepertinya ia tersinggung. Sampe mau batalin pernikahan saya sama si Eneng. Padahal tinggal seminggu, undangan juga sudah disebar". Kenapa jadi gawat begini? Memang beberapa hari ini rumah sebelah dikontrak s i Jon. Buat ditinggali si Eneng, pacarnya itu , bersama Bapaknya, Pak D...

Memilih Sekolah: Antara Saung Sawah dan Gedung Megah

Gambar
Once upon a time in Kuningan, West Java … #stel gamelan degung Sunda Sabilulungan Siang itu, ahad 2 Januari 2011, sekitar pukul 10 awan putih menutupi langit Kuningan, walaupun begitu udara sudah terasa hangat. Jalan raya Jalaksana jalur Cirebon arah Kuningan terlihat lebih ramai. Di pertigaan Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, sekitar 20 km arah utara dari kota Kuningan, terlihat beberapa mobil plat B berbelok menuju arah barat, agak menanjak. Kebanyakan jenis minibus atau van. Saya menduga mereka adalah keluarga besar pesantren Husnul Khotimah. Hari Sabtu sebelumnya adalah hari pembagian raport. Hari ahadnya adalah hari terakhir libur semester Saat itu saya sedang memegang setir mobil, meluncur menuju Karawang setelah menjemput 3 anak saya liburan di kampung halaman. Di desa Cipondok, 3 km arah selatan kota Kuningan. Kini Husnul Khatimah memang menjadi jujugan banyak orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik buat putra putrinya. Menjadi obsesi...

Tour de Gontor #3

Gambar
Antara Gontor dan Qoryah Thayyibah Hari Sabtu, 15 Oktober 2011 saatnya kembali pulang. Kembali memacu mesin, memutar roda dan menghabiskan solar. Kembali menyusuri jalur tengah menuju Solo. Selepas Solo saya pantengin daerah Salatiga dari GPS. Saya memang penasaran mau berkunjung ke sebuah sekolah antik bernama Qoryah Thayyibah . Sekolah komunitas yang muncul dari sebuah kelompok tani di desa Kalibening, Salatiga. Sekolah yang beda dengan sekolah biasa, tanpa seragam tanpa berbagai aturan yang memenjarakan. Sekolah yang telah memacu kreativitas anak-anak desa sehingga bisa go internasional. Begitu ada papan penunjuk arah ke Kalibening, saya segera belokkan si Macan. Tidak sulit mencarinya. Cukup sekali nanya ke penjaga toko di pinggir jalan. Saat tiba di Kalibening, dan berhenti di depan sebuah gang, saat bertanya ke penjaga warung di situ, ternyata itulah gangnya. Gangnya hanya cukup dilewati satu mobil. Tanpa papan nama atau petunjuk bahwa di sana ada sekolah....

Sekolah Untuk Anakku

Gambar
Sekolah Alam Amani Karawang Sekitar bulan Maret setiap tahun adalah bulan-bulan sibuk orang tua yang putra-putrinya kelas 6 SD, 3 SMP atau kelas 3 SMA. Mereka punya agenda penting: mencari sekolah. Sebagiannya ditingkahi jantung yang deg-degan. Berlabuh di sekolah mana akhirnya ananda tercinta ? atau di perguruan tinggi mana menimba ilmu. Update status di Facebook banyak diwanai laporan singkat aktivitas ortu mengantar putra-putrinya ke kawah candradimuka yang dicita. Pun saat tahun 2011 yang lalu. Kejadian itu berulang terus. Sepertinya memang akan selalu begitu. Namun diantara jutaan ortu itu terselip diantaranya orang tua yang adem-ayem saja. Seolah tanpa beban. Tidak wira wiri kesana kemari mencari info sekolah favorit impian. Tidak dipusingkan dengan passing grade sakolah favorit yang terus bergerak naik. Anaknyapun seolah tidak dipersiapkan untuk kompetisi masuk. Tidak ada bimbel, tidak ada les atau try out di sana sini. Hanya try out di sekolah sendiri...