Thursday, May 21, 2020

MATA RANTAI TERLEMAH



Proses pendidikan melibatkan mata rantai proses. Masing-masing ada penanggung jawabnya. Ada PIC-nya. Person In Charge. Sinergi terjadi bila masing-masing menjalankan fungsi dan perannya.


  1. Ayah yang menjadi penanggung jawab. Perumus misi pendidikan. Hingga menyusun strategi dan kurikulumnya. Sumber rujukan sosok maskulin. Pembangun sistem berfikir. Sosok yang bisa tega. Pendidik aqidah. Sosok rasional.  

  2. Bunda sebagai manager harian. Sumber rujukan sosok feminim. Pengasah rasa. Pendidik ibadah dan akhlak.

  3. Guru sebagai fasilitator dan konstruktor ilmu pengetahuan.

  4. Ustadz atau muroby sebagai rujukan akhlak.

  5. Para maestro sebagai rujukan bakat.

  6. Pemimpin lokal sebagai rujukan kepemimpinan

  7. Pengusaha lokal sebagai rujukan enterpreunership


Rumus kekuatan rantai adalah : kekuatan ada pada mata rantai terlemah.


Siapakah mata rantai terlemahnya?


Di antara pihak-pihak di atas, yang paling urgen untuk diaktivasi adalah orang tua. Sekaligus sebagai mata rantai terlemahnya.


Karena :

  • Sudah terlanjur merasa tak mampu. Padahal di sana ada modal paling berharga: cinta dan ketulusan.
  • Kedekatan emosional antara ortu dan anak. Kenyamanan. 
  • Sumber finansial. Sangat mungkin selama ini sumber daya finansial para orang tua disalurkan untuk hal remeh, duniawi, aksesoris dan tidak signifikan untuk membangun peradaban.
  • Bila orang tua sudah teraktivasi, yang lain akan menyusul. Orang tua yang akan mencari guru terbaik, mentor terbaik, muroby terbaik, pengusaha terbaik, serta maestro terbaik.


Maka PR terbesar sekarang adalah menyadarkan para orang tua. Maka langkah-langkah alternatif yang bisa dicoba adalah :


  • Kampanye masif dan terus menerus melalui kajian-kajian parenting
  • Menghimpun para orang tua yang sudah seirama pemikiran
  • Membuat forum diskusi untuk menerjemahkan gagasan ideal ke dalam langkah-langkah nyata, hingga terwujud contoh project pendidikan berbasis keluarga.
  • Membangun komunitas parenting


Konsep yang bisa dijadikan acuan misalnya :

- Manhaj Tabiyah

- Pendidikan Aqil Baligh, Ust Adriano Rusfi

- Fitrah Based Education, Ust Harry Santosa

- Kutab Al Fatih, Ust. Budi Ashari

- Qaryah Thayyibah, Bahrudin - Salatiga

- Talents Mapping, Abah Rama atau tools pemetaan bakat lainnya

- Fatherman, Ust Bendri Jaisyurrahman

- Kurikulum Taqwa, Ust Adian Husaini

- Sisdiknas

- dll



No comments:

Post a Comment

KELUARGA : DARI KETAHANAN MENUJU PERADABAN

  Mengapa pembicaraan publik tentang wacana keluarga selalu bernuansa pesimis dan defensif, sehingga istilah yang muncul adalah 'ketahan...